Ali Khamenei Sebut Iran akan Tetap Berdiri Saat Trump Sudah Jadi "Makanan Cacing dan Semut"

Dalam pidatonya yang berapi-api, Khamenei berkata tubuh Trump bakal berubah menjadi abu.

Sky News
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan mereka bakal terus berada di perjanjian tersebut selama mendapat jaminan dari negara itu, termasuk Rusia dan China.

Mantan presiden periode 1981-1989 itu menyatakan tidak masalah jika Teheran tetap melanjutkan kerja sama dengan negara-negara tersebut.

"Namun, jika Anda tidak mendapat jaminan dari mereka, di mana saya bisa memperkirakan, maka kita harus melakukan langkah lain," tutur Khamenei.

Baca: Arab Saudi dan Iran Terancam Terlibat Perang Terbuka, Ada Peringatan Keras Dari Putra Mahkota

Sebelumnya, dalam konferensi pers, Trump berkata kalau perjanjian bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu sepihak.

Presiden ke-45 dalam sejarah AS itu berujar, JCPOA merupakan bencana dan memalukan bagi Negeri "Paman Sam" tersebut.

Sebab, perjanjian yang dibuat pada 2015 di Wina, Austria, tersebut tidak menghentikan ambisi Iran untuk menciptakan senjata nuklir.

"Kami tidak akan membiarkan rezim yang menyebut 'Matilah Amerika' untuk mendapatkan akses ke senjata paling mematikan di Bumi," imbuh Trump. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump "Makanan Cacing."

Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved