Kekerasan terhadap Anak Meningkat

Kasus kekerasan perempuan dan anak dari tahun ke tahun meningkat di Aceh

Kekerasan terhadap Anak Meningkat
TERSANGKA pelaku kekerasan terhadap anak yang juga keponakan kandungnya (pakai baju tahanan) diamankan di Mapolres Simeulue. SERAMBI/SARI MULIYASNO 

BANDA ACEH - Kasus kekerasan perempuan dan anak dari tahun ke tahun meningkat di Aceh. Hal tersebut disampaikan Ketua P2TP2A Aceh, Amrina Habibi SH, kepada Serambi disela-sela rapat teknis pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) se-Aceh di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, 8-9 Mei 2018.

Dia menjelaskan, pada tahun 2016 total kasus kekerasan terhadap perempuan (KTP) di Aceh mencapai 711 kasus,. Sementara pada 2017 turun menjadi 687 kasus. Meskipun secara angka menurun, tetapi bentuk kekerasan dialami perempuan justru meningkat.

Untuk kasus kekerasan terhadap anak (KTA), pada 2017 meningkat drastis dibandingkan 2016. “Tahun 2016 hanya ada sekitar 937 sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 1.104 kasus,” sebutnya.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Kabupaten Aceh Utara menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut terlihat dari tabel rekapitulasi penanganan kasus yang diperoleh Serambi dari P2TP2A Aceh, dimana pada tahun 2017 terjadi 242 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di kabupaten tersebut. Sementara Kota Banda Aceh yang merupakan ibu kota Provinsi Aceh menduduki peringkat kedua dengan 240 kasus kekerasan.

“Kalau untuk kasus kekerasan perempuan, khususnya KDRT itu paling tinggi di Banda Aceh dengan 90 kasus yang terjadi, disusul Aceh Utara dengan 62 kasus, dan ketiga ditempati Aceh Besar dengan 27 kasus pada 2017,” jelas Amrina Habibi via pesan Whatsapp. Sedangkan kekerasan terhadap anak, lanjutnya, paling tinggi terjadi di Kabupaten Aceh Utara, disusul Banda Aceh dan Aceh Besar.(r)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved