Piala Terakhir untuk Hafizah Cilik yang Meninggal karena DBD
SUASANA haru menyelimuti keluarga besar SD Negeri 1 Muara Dua Lhokseumawe, saat proses pembagian hadiah
SUASANA haru menyelimuti keluarga besar SD Negeri 1 Muara Dua Lhokseumawe, saat proses pembagian hadiah bagi juara lomba hafiz antar murid, Rabu (9/5) pagi. Suasana haru ini muncul di saat kepala sekolahnya, Fakhrrurazi mengumumkan, salah satu murid (kelas satu) yang menjadi juara, Bella Kanaya (7,5) tidak bisa mengambil piala sendiri, dikarenakan sudah meninggal dunia. Sehingga piala pun harus diambil oleh ayahnya, Syakbi.
Proses pembagian hadiah bagi para juara pun berlangsung khidmat. Sang ayah, yang merupakan warga Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe itu pun menerima piala terakhir untuk anaknya dengan kepala tertunduk. Tidak ada tepuk tangan dari para murid, dewan guru ataupun tamu undangan yang hadir, semua larut dalam keharuan.
Syakbi saat ditemui Serambi, menceritakan, anak ketiga dari tiga bersaudara tersebut mulai sakit pada, Sabtu (28/4). Dia mengalami demam dan ada bintik-bintik merah di tangannya. Sehingga anaknya dibawa ke Pustu setempat.
Tidak lama kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Melati Lhokseumawe. Namun Allah berkehendak lain, Bella yang memiliki prestasi di sekolah dan juga hafizah cilik itu pun meninggal dunia. “Kata dokter, penyakit yang mendera anak saya hingga meninggal dunia adalah DBD (demam berdarah dengue),” ujarnya lirih.
Kepala SD Negeri 1 Muara Dua, Fakhrurrazi, menyebutkan, lomba Hafizul Quran yang kelima pada tahun ini telah digelar satu pekan sebelum Bella meninggal dunia. Kegiatan ini dalam rangka memotivasi para murid agar lebih giat menghafal Al quran. “Sebuah bentuk penghargaan kami terhadap prestasi almarhumah, makanya kita undang orang tuanya untuk mengambil piala,” katanya.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lhokseumawe, dr Herlizar, membenarkan ada satu bocah berumur tujuh tahun yang tercatat meninggal akibat DBD pada tahun ini. Sedangkan jumlah penderita sepanjang tahun 2018 mencapai 30 orang.
“Kini DBD sudah tersebar di seluruh kecamatan. Kita harapkan masyarakat terus waspada, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” demikian Herlizar.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bella-kanaya_20180511_094607.jpg)