Satu Korban Sumur Minyak Masih Kritis

Kondisi delapan korban ledakan sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak

Satu Korban Sumur Minyak Masih Kritis
ANGGOTA DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky didampingi Kasubbag Infokom dan Kerja Sama RSUZA, Rahmadi SKM dan para dokter menjenguk salah satu pasien korban ledakan sumur minyak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Senin (14/5). 

BANDA ACEH - Kondisi delapan korban ledakan sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, saat ini mulai membaik. Namun satu korban bernama Burhanuddin masih dalam kondisi kritis akibat luka bakar dan syok yang dialaminya.

Hal itu disampaikan Kasubbag Infokom dan Kerjasama RSUZA, Rahmadi SKM saat mendampingi anggota DPRA, Iskandar Usman Al Farlaky yang menjenguk korban di rumah sakit setempat, Senin (14/5).

Rahmadi menjelaskan, semua korban kini dalam proses penyembuhan. Dari delapan korban yang dirawat, satu orang masih di rawat di ruang ICU. Sedangkan tiga orang dirawat di ruang HCU, dan empat lainnya di ruang Raudhah 4.

“Kondisi mereka saat ini sudah mulai membaik, tapi belum bisa pulang. Dari delapan orang hanya satu masih dirawat di ruang ICU karena masih kritis,” katanya didampingi para dokter yang menanggani pasien.

Dia mengatakan, pascaledakan ada 15 korban yang dirujuk ke RSUZA. Namun, tujuh orang di antaranya sudah meninggal. “Ada yang meninggal saat dalam perjalanan dan ada juga saat sedang ditangani,” ujarnya.

Mereka yang dirawat saat ini yaitu Murniati (36) dan Fatahillah (12) yang merupakan ibu dan anak, Agus Salim (26) dirawat di ruang HCU, Apriadi (30), Jumadi Amin (39), Haikal Fiqki (18), dan Suheri (31) dirawat di ruang Raudhah 4. Sedangkan yang dirawat di ruang ICU yaitu Burhanuddin (38).

Sementara anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan penanganan terbaik kepada korban ledakan sumur minyak tradisional tersebut. “Kita berharap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, mereka bisa sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarganya masing-masing,” katanya.

Iskandar Usman Alfarlaky, anggota DPR Aceh yang juga putra asli Ranto Peureulak ini, meminta kepada pemerintah untuk tidak menutup sumur minyak tradisional yang ada di wilayah Aceh Timur. Tetapi, pemerintah harus membuat regulasi khusus terkait pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat.

“Kami sudah membangun komunikasi dengan Kadis ESDM Aceh yang baru dan pihak SKK Migas serta stakeholder lainnya agar aktivitas tambang masyarakat ini didukung dengan regulasi khusus,” kata politisi Partai Aceh ini.

Dia mengatakan ada 2.000 lebih masyarakat setempat yang mengantungkan hidupnya di pertambangan itu. “Masyarakat, berharap pemerintah mengeluarkan kejelasan hukum, sehingga aktivitas tambang itu bisa dilakukan secara legal,” katanya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved