Salam

Isi Ramadhan dengan Iman dan Amal Saleh

Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini

Isi Ramadhan dengan Iman dan Amal Saleh
NET
Ilustrasi malam lailatul qadar 

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.” (HR. Ahmad dan Nasai).

Sesuai dengan penetapan pemerintah yang didasarkan pada Sidang Isbat, yang dipimpin oleh Menteri Agama RI sehari sebelumnya di Jakarta, 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Hal yang cukup menggembirakan adalah semua ormas Islam di Tanah Air, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdhatul Ulama (NU), dan Muhammad menetapkan awal Ramadhan secara serentak.

Karena itulah, sejak malam tadi, kita menyaksikan berbagai masjid, meunasah dan musala dipenuhi oleh para jamaah shalat Tarawih. Demikian pula menjelang Subuh tadi, kita makan sahur untuk mulai melaknakan ibadah puasa hari pertama sebagaimana sedang kita jalani sekarang ini. Ritual ibadah seperti ini, insya Allah akan kita jalani sampai akhir Ramadhan, hingga kita merayakan hari kemenangan, Idul Fitri pada 1 Syawal nanti.

Kemudian, guna mendapatkan berkah sebagaimana dikehendaki hadis riwayat Imam Ahmad dan Nasai yang kita kutip di atas, setidaknya ada lima hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan ini: Pertama, mempersiapan nurani (ruhiyah). Hal ini bisa dilakukan dengan cara tazkiyatun nafs (membersihkan hati) dalam jiwa, sehingga hati nurani kita akan bersih dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu ibadah di bulan Ramadhan ini.

Kedua, mempersiapan ilmu (‘ilmiyah). Ibadah di bulan Ramdhan akan lebih maksimal jika kita mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan ini, terutama ilmu-ilmu tentang amalan di bulan Ramadhan, seperti hikmah puasa Ramadhan, tadarus Alquran, shalat Tarawih, iktikaf di masjid hingga zakat.

Ketiga, mempersiapkan fisik (jasadiyah). Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima. Orang yang fisiknya kuat, tentunya akan lancar dalam menjalankan puasa. Oleh karen itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan lancar walaupun saat bekerja.

Dan, keempat, mempersiapkan harta (maliyah). Mempersiapkan harta di bulan Ramadhan bukan berarti untuk membeli makanan yang banyak, melainkan untuk amal ibadah seperti infak, shadaqah, zakat mal maupun zakat fitrah, atau memberi makanan buka puasa untuk orang lain.

Dari keempat persiapan d atas mengisyaratkan bahwa bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirah ini tidak saja berdimensi vertikal (hablumminallah), tapi juga berdimensi horizontal (hablum minannas). Jadi, mari kita mengisi dan menyemarakkannya dengan iman dan amal-amal saleh, dengan harapan akan menjadi watak dan karakter yang akan mewarnai hidup kita di luar Ramadhan nanti.

Selamat menunaikan ibadah puasa!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved