Polisi Tetapkan Tersangka Lain Kasus Jual Beli Hutan Lindung Galus, Ini Jumlah yang Sudah Ditahan

Tersangka ikut membantu pemalsuan data otentik dalam pembuatan sertifikat ilegal yang dikeluarkan oleh kantor Badan Pertanahan (BPN) Blangkejeren.

Polisi Tetapkan Tersangka Lain Kasus Jual Beli Hutan Lindung Galus, Ini Jumlah yang Sudah Ditahan
Ilustrasi 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Penyidik Polres Gayo Lues (Galus) kembali menetapkan dan mengamankan seorang tersangka dalam kasus jual beli hutan lindung di kawasan Genting, Kecamatan Pining.

Sebelumnya, polisi mengamankan dan menetapkan seorang tersangka bernama Sudianto (44), warga kampung Jawa Blangkejeren, pada Jumat 11 Mei 2018.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com dari kepolisian, tersangka lainnya yang sudah diamankan penyidik dari kepolisian itu berinisial SM (37) warga Blangkejeren.

(Baca: Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Berikut Cara Mengatur Konsumsi 8 Gelas Air Putih Selama Ramadhan)

(Baca: Niat Puasa Ramadhan Dibaca Sekali untuk Sebulan, Sah atau Tidak?)

(Baca: 14 Negara Ini Keluarkan Travel Advice ke Indonesia Setelah Aksi Teroris Terjadi)

Ia diduga dan disangkakan oleh penyidik dalam kasus tersebut ikut serta membantu pemalsuan data otentik dalam pembuatan sertifikat ilegal yang dikeluarkan oleh kantor Badan Pertanahan (BPN) Blangkejeren sebelumnya.

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman kepada Serambinews.com, Kamis  (17/5/2018) mengatakan, kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Galus.

Diperkirakan akan ada tersangka tambahan lainnya dalam kasus memperjual belikan hutan lindung di kawasan Genting Kecamatan Pining tersebut.

(Baca: Waspadalah! Rayuan Maut dari Balik Desain Majalah ISIS yang Modern dan Elegan)

(Baca: Rutinlah Konsumsi Buah Ini Jika Mau Ginjal Sehat)

(Baca: Supaya Tak Gampang Haus saat Berpuasa, Ikuti 8 Tips Sederhana Ini)

Seperti diberitakan sebelumnya, luas hutan lindung di kawasan Genting kecamatan Pining dengan sertifikat ilegal sebanyak 145 lembar sertifikat seluas 250 Ha lebih kurang itu sebagian besar telah diperjual belikan oleh tersangka.

Bahkan rata-rata dalam sertifikat itu luasnya tercantum sekitar 2 Ha lebih persertifikat.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved