Enam Rumah Nelayan Batee Rusak

Enam unit rumah nelayan di Gampong Genteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, rusak parah akibat

Enam Rumah Nelayan Batee Rusak
Rumah warga diterjang abrasi di Gampong Genteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, Kamis (17/5). SERAMBI/M NAZAR 

* Dihantam Angin dan Abrasi

SIGLI - Enam unit rumah nelayan di Gampong Genteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, rusak parah akibat dihantam abrasi dan puting beliung, Rabu (16/5). Akibatnya kejadian itu, warga kehilangan tempat tinggal. Saat ini, Pemkab Pidie pun belum menyerahkan bantuan masa panik dan memperbaiki abrasi di bibir pantai Genteng Barat yang kian meluas itu.

“Satu rumah rusak dihantam puting beliung dan lima lainnya rusak diterjang gelombang laut. Hingga kini, Pemkab belum menyalurkan bantuan masa panik untuk warga yang tertimpa musibah,” kata Keuchik Genteng Barat, Saiful, Kamis (17/5).

Ia juga menyebutkan, rumah warga yang ambruk rata dengan tanah akibat dihantam angin kencang adalah milik M Yusuf Agani (32). Beruntung saat kejadian, M Yusuf bersama keluarganya berhasil keluar rumah, sehingga tidak adanya korban jiwa maupun luka-luka. Kini, M Yusuf yang kehilangan tempat tinggal itu harus menumpang di rumah mertuanya di desa yang sama.

Dijelaskan, lima rumah yang rusak akibat abrasi masing-masing milik Hasballah Adam (70), M Yani Yahya (50), Johan (38), Refail ( 40) dan Adnan (28). Kerusakan lima unit rumah nelayan itu kondisinya sangat parah. Sebab, halaman rumah warga telah terkikis habis diterjang abrasi.

Menurut, Keuchik Saiful, abrasi di Genteng Barat akan terus meluas jika Pemkab tidak menangani secara cepat. Karena gelombang laut hampir setiap detik menghantam bibir pantai yang sudah mengancam kawasan permukiman. “Warga pesisir Genteng Barat sangat kecewa akibat lambannya penanganan abrasi. Padahal, kami telah jauh-jauh hari melaporkan kepada Pemkab supaya cepat ditanggulangi,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas Sosial Pidie, Muhammad Haris, yang dihubungi Serambi, tidak berhasil dikonfirmasi terkait hal ini, karena yang bersangkutan tidak menjawab panggilan telepon dari Serambi yang berkali-kali menghubunginya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, yang dihubungi Serambi kemarin, mengungkapkan, BPBD Pidie telah menyerahkan tenda kepada korban angin puting beliung di Genteng Barat. Penyerahan bantuan tenda tidak mutlak harus diberikan BPBD kepada warga terkena musibah angin kencang. “Kebetulan tenda tersedia di BPBD, maka kita berikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika rumah warga terbakar maupun rusak akibat dihantam angin kencang, maka penanganannya pada Dinas Sosial (Dinsos) Pidie. Apakah dinas tersebut akan membangun dalam bentuk program rumah duafa, atau dalam bentuk lainnya. “Artinya penanganan rumah terbakar dan disapu angin kencang bukan wewenang BPBD Pidie,” tegasnya.

Untuk penanganan rumah dihantam abrasi di Genteng Barat. BPBD Pidie telah menggelar pertemuan dengan pihak BNPB pusat sebulan lalu. Saat itu, pihak BNPB meninjau proses rehab rekons di Pidie Jaya. “Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, yang menyampaikan langsung persoalan abrasi di Genteng Barat ke BNPB. Pihak BNPB meminta persoalan abrasi di Batee ditangani Balai I Sumatera dengan program tanggap darurat,” ujarnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved