Breaking News:

Selain Anwar Ibrahim, Ini 5 Pemimpin Negara yang Pernah Dipenjara

Bebasnya Anwar Ibrahim dari penjara pada Rabu (16/5/2018), semakin memuluskan langkahnya menuju kursi perdana menteri Malaysia.

Editor: Zaenal
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
Kolase foto pemimpin negara yang pernah di penjara 

SERAMBINEWS.COM - Bebasnya Anwar Ibrahim dari penjara pada Rabu (16/5/2018), semakin memuluskan langkahnya menuju kursi perdana menteri Malaysia.

Setelah dua kali dipenjara pada 1999 dan 2015, kini Anwar kembali menjadi warga bebas berkat campur tangan Mahathir Mohamad, mentor politik sekaligus mantan rival yang kini menjadi sekutunya.

Anwar Ibrahim (70), saat diwawancarai di kediamannya di Kuala Lumpur, Kamis (17/5/2018).
Anwar Ibrahim (70), saat diwawancarai di kediamannya di Kuala Lumpur, Kamis (17/5/2018). (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Jalan berliku dari penjara ke tampuk kekuasaan tak hanya dialami Anwar Ibrahim.

Berikut beberapa pemimpin dunia yang pernah mencicipi hidup sebagai narapidana sebelum bangkit dan berkuasa.

1. Nelson Mandela Nelson Mandela

Nelson Mandela.
Nelson Mandela. (Reuters)

"Tak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa menghentikan orang tertindas bertekad untuk mendapatkan kebebasan," kata Nelson Mandela pada 1961.

Pernyataan itu disampaikan Mandela setahun sebelum dirinya dinyatakan bersalah terlibat dalam perlawanan bersenjata menuntut hak warga kulit hitam di Afrika Selatan.

Mandela kemudian di penjara di Pulau Robben selama 27 tahun yang justru semakin mengukuhkannya sebagai sosok pejuang anti-apartheid.

(Baca: Karena jadi Muslim, Cucu Mandela Tidak Bisa Pimpin Upacara)

(Baca: Kaos Soekarno dan Nelson Mandela Jadi Suvenir Terlaris KAA 2015)

Mandela akhirnya dibebaskan pada 1990 dan empat tahun kemudian dalam usia 75 tahun menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, setelah memenangkan pemilihan umum.

2.     Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi (AFP)

Putri pejuang kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San ini merupakan pemimpin de fakto negeri yang dulu bernama Burma itu.

Suu Kyi menghabiskan masa mudanya di Inggris sebelum kembali ke Myanmar pada 1988 untuk mengunjungi ibunya yang sakit keras sekaligus melanjutkan perjuangan ayahnya.

Nama Suu Kyi langsung meroket dan menjadi perhatian nasional setelah dianggap terlibat dalam kudeta gagal terhadap pemerintahan militer Myanmar.

(Baca: Dianggap Abaikan Genosida Rohingya, Satu Lagi Penghargaan untuk Aung San Suu Kyi Dicabut)

(Baca: Akhirnya Aung San Suu Kyi Berkunjung ke Rakhine untuk Pertama Kali)

Akibatnya, Suu Kyi menghabiskan 15 tahun dari 21 tahun masa hukumannya sebagai tahanan rumah.

Pada 2015, partai pimpinan Suu Kyi memenangkan pemilihan umum yang mengirimnya ke tampuk kekuasaan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved