Berkas Tersangka Prostitusi ke Jaksa

Penyidik Polres Aceh Barat menyerahkan berkas perkara kasus prostitusi (kejahatan seksual) terhadap anak di bawah umur

Berkas Tersangka  Prostitusi ke Jaksa
kompas.com
Ilustrasi 

* Melibatkan Pasangan Suami Istri

MEULABOH - Penyidik Polres Aceh Barat menyerahkan berkas perkara kasus prostitusi (kejahatan seksual) terhadap anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat. Berkas perkara tersebut atas nama dua tersangka yakni Hw (42) dan EY (38) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) dan bertindak sebagai mucikari.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada Serambi kemarin mengatakan berkas pertama diserahkan pada April lalu dan pada Senin pekan ini berkas tersebut kembali diserahkan.

“Harapan kita berkasnya segera rampung dan lengkap,” kata Raden Bobby. Dia katakan setelah dinyatakan lengkap segera akan disusul dengan penyerahan tersangka untuk proses persidangan. Sedangkan kedua tersangka saat ini masih ditahan di Mapolres.

Kajari Aceh Barat Ahmad Sahrudin melalui jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Dedek Sumartha Suir SH mengatakan berkas perkara yang diserahkan penyidik kini masih dalam penelitian tim jaksa. “Benar berkas perkara sudah diserahkan ke jaksa. Kini masih diteliti,” katanya.

Seperti diberitakan Polres Aceh Barat membongkar kasus prostitusi (kejahatan seksual) melibatkan anak di bawah umur pada sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat 16 Maret 2018 lalu. Polisi mencokok pasangan suami istri (pasutri) yang diduga terlibat kasus tersebut.

Sedangkan seorang anak perempuan, yang juga warga Aceh Barat, sebut saja namanya Jingga (15), masih duduk di sekolah lanjutan pertama dikembalikan kepada orang tuanya. Terbongkarnya kasus tersebut setelah polisi mendapat informasi adanya praktik postitusi yang melihatkan anak di bawah umur sebagai pemuas nafsu pria hidung belang di sebuah rumah kontrakan di Meulaboh.

Pasutri yang diduga berperan sebagai mucikari tersebut selama ini disinyalir sebagai penyedia tempat yang sekaligus yang menghubungi pria hidung belang. Pengakuan tersangka dan anak yang dilibatkan dalam kasus tersebut, praktik prostitusi itu sudah berlangsung setahun di rumah kontrakan dalam salah satu desa di Kecamatan Johan Pahlawan.

Sedangkan pria hidung belang yang selalu menggunakan layanan seksual anak tersebut sudah mencapai belasan orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan di Aceh Barat. Polisi masih mendalami siapa sajayang sering ‘memakai’ korban.

Masih Diburu Aparat
Sementara itu pihak polisi hingga kemarin masih mencari seorang pelanggan korban yang melarikan diri. Pria tersebut disinyalir selain pelanggan juga sebagai orang yang mencari pelanggan atau mucikari dalam kasus prostitusi anak tersebut. “Masih dicari,” ujarnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved