Krisis Palestina

Dubes Palestina untuk Indonesia: Kepercayaan Palestina kepada AS Berakhir

Pemindahan kedutaan besar oleh AS, telah mendorong AS dan Israel untuk menyeberangi garis ke arah praktik apartheid penuh.

Dubes Palestina untuk Indonesia: Kepercayaan Palestina kepada AS Berakhir
Twitter
Dubes Palestina Zuhair Al Shun, menerima cendera mata dari Presiden PKS Sohibul Iman, di Jakarta, Februari 2018. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menegaskan Palestina tidak lagi percaya terhadap AS untuk dapat menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Zuhair dalam keterangan resmi kepada Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (19/5/2018),

Hal tersebut terkait dengan kasus kekerasan di Gaza yang menewaskan lebih dari 60 orang Palestina yang menentang pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak tahun 1991, menurut dia, jutaan orang Palestina memegang harapan bahwa AS berkomitmen untuk perdamaian, terutama seperti yang terlihat dalam tulisan yang diasumsikan Amerika Serikat untuk menerapkan resolusi internasional dan menghormati masalah Yerusalem sebagai pernyataan akhir.

Sebaliknya, pemerintah AS menurut dia telah bertindak dengan cara yang memecah-belah, menghilangkan dirinya dari peran pembawa perdamaian yang meletakkan beban penuh di belakang kekuatan anti-perdamaian minoritas yang percaya pada permainan zero-sum.

“Serta memperdalam ketidakpastian dan kecemasan yang sudah sangat dalam di Palestina dan di luarnya,” tegas Zuhair.

Pemindahan kedutaan besar oleh AS, menurut dia, telah mendorong AS dan Israel untuk menyeberangi garis ke arah praktik apartheid penuh, yang sebenarnya telah ditentang oleh banyak pemimpin AS dan internasional.

“Langkah ini menandai berakhirnya era ketika Amerika Serikat memimpin upaya internasional untuk mencapai solusi negara, mengakhiri pendudukan Israel yang dimulai pada 1967 termasuk Yerusalem Timur,” tegas Zuhair.

(Baca: Ulama Palestina: Kami Butuh Dukungan)

(Baca: Rusia Kecam Pernyataan Dubes AS untuk PPB Mengenai Kematian Demonstran Palestina di Gaza)

(Baca: Lebih 40 Negara Islam Berkumpul di Istanbul, Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Palestina Merdeka)

Tindakan ini, lanjut Zuhair, tidak hanya meniadakan sejarah dan realitas yang hidup dari seluruh bangsa, namun juga menolak sentralitas Yerusalem dalam kehidupan jutaan orang Palestina Kristen dan Muslim.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved