Kasus Penggelapan Dana JKN, 12 Saksi Diperiksa

Penyidik Polres Lhokseumawe sudah memeriksa 12 saksi, termasuk dari pihak BNI terkait kasus dugaan penggelapan dana JKN

Kasus Penggelapan Dana JKN, 12 Saksi Diperiksa
jkn 

LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe sudah memeriksa 12 saksi, termasuk dari pihak BNI terkait kasus dugaan penggelapan dana JKN oleh mantan bendahara Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe sebesar Rp 191 juta. Sedangkan ekses dari kejadian ini, sebanyak 44 petugas medis di puskesmas tersebut sampai saat ini belum bisa mendapatkan dana JKN jatah Desember 2017 sampai dengan Maret 2018 atau selama empat bulan.

Diberitakan sebelumnya, pihak Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kamis (3/5), secara resmi melaporkan mantan bendahara puskesmas tersebut berinisal Az ke Polres Lhokseumawe atas tuduhan telah menggelapkan uang JKN sebesar Rp 191.133.000 yang diperuntukkan untuk jasa medis terhitung Desember 2017-Maret 2018. Dana tersebut dicairkan mantan bendahara melalui rekening di BNI secara bertahap, dan diduga juga dilakukan dengan cara memalsukan tekenan kepala puskesmas.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, Jumat (18/5), menjelaskan, untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya telah selesai memeriksa sebanyak 12 saksi, dimulai dari petugas medis di puskesmas tersebut, kepala puskesmas selaku pelapor, terlapor, dan juga tiga karyawan BNI.

“Kita pun pada hari ini (kemarin-red), telah melayangkan surat ke BNI untuk proses penyitaan dokumen bank, berupa cek yang digunakan terlapor saat mencairkan uang di bank tersebut. Cek itu kita butuhkan untuk digunakan sebagai bukti pembanding saat pemeriksaan di Labfor (laboratorium forensik) nantinya. Dikarenakan sesuai keterangan pelapor, kalau tekenannya dipalsukan oleh terlapor,” papar AKP Budi. Meski begitu, ditambahkan Kasat Reskrim, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Blang Cut, Zuheri menerangkan, sampai saat ini belum ada kepastian kapan pihaknya bisa mencairkan dana JKN untuk 44 petugas medis jatah Desember 2017 sampai Maret 2018. “Kita memang akui ada niat baik dari mantan bendahara untuk membayar uang tersebut. Namun sampai sekarang, belum dibayarkan juga. Bila sudah dibayarkan nantinya, baru akan kita salurkan kepada petugas medis,” demikian Zuheri.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved