Suplai Air ke Perumnas Samadua Macet Lagi, Direktur PDAM: Kami Sekarat, Dana Habis untuk Perbaikan

Direktur PDAM Tirta Naga, mengatakan terputusnya suplai air ke kompleks itu karena ada jaringan di kawasan tersebut yang rusak akibat banjir.

Suplai Air ke Perumnas Samadua Macet Lagi, Direktur PDAM: Kami Sekarat, Dana Habis untuk Perbaikan
google/net
Ilustrasi 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Warga Kompleks Perumnas Samadua, Desa Arafah, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, kembali kecewa terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Naga Tapaktuan.

Pasalnya, hampir lima hari suplai air bersih ke kompleks Perumnas tersebut terputus.

Lambatnya proses penanganan dan perbaikan jaringan yang rusak tersebut mengundang aksi protes dari para pelanggan.

Mereka jengkel karena setiap musim hujan suplai air bersih ke kompleks tersebut selalu putus.

Sehingga warga yang mengantungkan pasokan air dari PDAM Tirta Naga terpaksa harus mengambil air ke sumur warga yang jaraknya setatusan meter dari rumah mereka.

(Baca: Meskipun Nikmat, Jangan Tidur Setelah Sahur, Penyakit Mematikan Ini Bakal Mengintai)

(Baca: Ini Enam Usulan Indonesia untuk Dorong Palestina Merdeka, Dibacakan Wapres JK di KTT OKI)

(Baca: Setelah Berhubungan Suami Istri, Mandi Junub Dahulu atau Langsung Santap Sahur? Simak Penjelasannya)

"Kesalnya bukan apa, dalam suasana Ramadan seperti ini suplai air bersih juga terputus. Kondisi ini tentu menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari," kata Mawaddah, warga Kompleks Perumnas Samadua kepada Serambinews.com, Jumat (18/5/2018).

Warga berharap PDAM segera melakukan perbaikan agar suplai air ke rumah warga bisa kembali lancar.

Keluhan tersebut bukan hanya disampaikan Mawaddah, tapi sejumlah warga Perumnas Samadua lainnya juga menyampaikan kekesalan dan kekecewaannya terjadap manajemen PDAM Tirta Naga yang semakin hari pelayanannya semakin amburadul.

"Pelayanan PDAM Tirta Naga kami liat semakin hari semakin mengecewakan, karenanya kami meminta kepada Pj Bupati Aceh Selatan untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja direktur PDAM," timpal warga lainnya.

Terkait persoalan tersebut, Direktur PDAM Tirta Naga, Cut Maisarah yang dikonfirmasi Serambinews.com via telepon selulernya, mengatakan terputusnya suplai air di kompleks itu karena ada jaringan di kawasan tersebut yang rusak akibat banjir.

(Baca: Bertemu Kepala Bank Indonesia, Pangdam IM Ajak Berdayakan Potensi Ekonomi Lokal)

(Baca: Diduga Akibat Api Pembakaran Sampah, Rumah Warga Langsa Timur Ludes Terbakar dalam Waktu 20 Menit)

(Baca: Alquran Dijadikan Barang Bukti Kasus Terorisme, Gerindra: Itu Aneh dan Kebablasan)

"Memang kendalanya di situ, setiap musim hujan suplai air selalu macet di daerah Samadua," ungkapnya.

Dia mengatakan, selama ini biaya habis untuk memperbaiki jaringan yang rusak di kawasan Samadua.

Sehingga uang untuk gaji karyawan pun tak terbayar.

"Memang sudah sangat sekarat, gaji karyawan saja nggak bisa terbayar karena habis untuk perbaikan jaringan," pungkasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved