Ini Tujuan Istri Najib Minta Polisi Malaysia tak Bocorkan Data Tas Mewah, Perhiasan dan Uang Tunai

Kebocoran data barang sitaan itu telah memicu pemberitaan oleh media yang telah menyebabkan pelecehan terhadap keluarganya

Grid.id
Najib Razak dan Rosmah Mansor 

SERAMBINEWS.COM - Kekalahan Najib Razak dalam pemilu Malaysia bukan hanya mengakhiri kekuasaanya.

Tapi ia terancam masuk penjara setelah sejumlah skandal di masa kepemimpinan terus di usut pihak kepolisian.

Isteri mantan Perdana Menteri Najib Razak, Rosmah Mansor meminta kepada pihak berwenang yang menyelidiki skandal 1MDB untuk menghentikan kebocoran data tentang tas, perhiasan dan uang tunai yang disita dalam penggeledahan di kediamannya.

Baca: Najib Razak Mulai Hadapi Sejumlah Tuduhan, Di Antaranya Berusaha Halangi Investigasi Skandal 1MDB

Baca: Pemilu Malaysia - Najib Razak Tolak Akui Kekalahan, Siapa yang akan Jadi Perdana Menteri?

Kebocoran data barang sitaan itu telah memicu pemberitaan oleh media yang telah menyebabkan pelecehan terhadap keluarganya.

Bahkan menurutnya, telah memprovokasi kemarahan publik.

Hal itu disampaikan Rosmah melalui kuasa hukumnya dari Valen, Oh & Partners.

Baca: Mahathir Mohamad, Janji Evaluasi Investasi China dan Karier Politik Menjadi Perdana Menteri Malaysia

Baca: Najib Bilang, Tak De Negara yang Memilih Orang Usia 93 Tahun, Begini Jawaban Menohok Mahathir

Perdana menteri terpilih Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers terkait kemenangannya dalam pemilihan umum, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5/2018). Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia usai mengalahkan perdana menteri petahana Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional.(AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN)
Perdana menteri terpilih Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers terkait kemenangannya dalam pemilihan umum, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5/2018). Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia usai mengalahkan perdana menteri petahana Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional.(AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN) (AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN)

"Itu adalah harapan kami bahwa pihak berwenang akan mengamati aturan hukum dan proses, untuk menghindari sidang umum prematur. "

Dia berharap pemerintah tegas terhadap kebocoran data barang sitaan.

"Kami akan terus dapat memfasilitasi apapun yang diminta."

"Namun, kami ingin membawa perhatian tentang proses penyelidikan tampaknya dikompromikan, dimana serangkaian kebocoran yang berkaitan dengan penyelidikan telah membuat olok-olokan di media sosial, secara real time," katanya.

Baca: Cara Malaysia Gaet 27 Juta Wisatawan

Baca: Najib Razak Dicekal Usai Kalah di Pemilu Malaysia, Mahathir: Kami Ingin Mengembalikan Aturan Hukum

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved