Breaking News:

Cold Storage belum Difungsikan

Tiga fasilitas bisnis yang dibangun pemerintah pusat di Kawasan Industri Perikanan Pelabuhan Perikanan

Editor: bakri
WAKIL Ketua DPRA, Sulaiman Abda melihat beberapa bagian meja jualan ikan yg terbuat dari keramik sudah rusak di Pasar Ikan PPS Lampulo milik Pemko bantuan hibah pusat yang belum fungsional. 

* Tak Ada Jaringan Listrik

BANDA ACEH - Tiga fasilitas bisnis yang dibangun pemerintah pusat di Kawasan Industri Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Kota Banda Aceh, hingga kini belum difungsikan. Ketiga fasilitas bisnis tersebut adalah ruang pendingin ikan (Cold Storage), pasar ikan, dan pasar pengolahan ikan.

Cold storage belum berfungsi lantaran belum adanya jaringan listrik. Sementara pasar ikan dan psar pengolahan ikan masih mangkrak karena masih membutuhkan dana tambahan untuk menambah fasilitas yang masih kurang.

Dikhawatirkan, jika fasilitas tersebut tak segera difungsikan akan mengalami kerusakan. Apalagi ketiga fasilitas yang pembangunannya menelan dana puluhan miliar rupiah itu sudah diserahkan pihak kementerian kepada Gubernur Aceh melalui dinas terkait.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi. kepada wartawan ketika meninjau ketiga fasilitas itu, Senin (21/5). “Jika tidak segera difungsikan dia khawatir fasilitas tersebut justeru mengalami kerusakan. Tak hanya bangunannya, tapi juga bisa merusak peralatan penunjang. Kalau sudah begitu, maka dibutuhkan dana lagi untuk memperbaiki,” jelasnya.

Sulaiman Abda menjelaskan, dari keterangan dinas teknis bahwa fasilitas tersebut sudah diserahkan Pemerintah Pusat ke Pemerintah Aceh. Misalnya gedung Cold Storage yang dibangun di areal seluas 6.000 m2 dengan kapasitas 200 ton senilai Rp 10 miliar telah diserahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Keluatan dan Perikanan Aceh.

Begitu juga gedung pasar ikan tahap I senilai Rp 9,2 miliar dengan luas 2.160 m2 dan pasar ikan tahap II senilai Rp 5,5 miliar dengan luas 1.430 m2, bantuan dari Kementerian Perdagangan, sudah diserahterimakan Kementerian Perdagangan kepada Wali Kota Banda Aceh melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh. “Saat Pemerintah Aceh maupun Pemko Banda Aceh mengusulkan pembangunan fasilitas itu ke pusat, dinas tehnisnya harusnya sudah membuat perencanaan kapan dioperasionalkan,” ujarnya.

Dalam penyerahan aset itu, pemberi bantuan dan penerima pasti sudah mengetahui apa saja yang dibantu dan apa saja yang disediakan penerima. Dia mencontohkan gedung cold storage. Pihak pusat membantu gedung dan peralatan mesin pendinginnya. Sedangkan pemasukan listrik dan pengadaan air bersih menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh, dalam hal ini DKP.

Begitu juga dengan pasar ikan tahap I dan tahap II, masih butuh tambahan anggaran dari APBK dan APBA. Terutama untuk pasar ikan tahap II belum ada meja bangku dan fasilitas pendukung lainnya. Gubernur dan Wali Kota hendaknya segera mengoperasikan fasilitas yang sudah tersedia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar, mengatakan akan segera mengoperasikan cold storage milik Pemerintah Aceh di PPS Lampulo, setelah jaringan listriknya selesai dipasang tahun ini.

Untuk pemasangan listrik sudah dialokasikan dalam APBA 2018 sebesar Rp 275 juta dan kini sedang proses tender. “Bulan depan sudah ada penetapan pemenangnya,” ujar Cut Yusminar.

Dijelaskan, mesin cold storage tersebut sudah pernah dites melalui mesin listrik PLN. “Mesinnya hidup sempurna. Itu artinya, mesinnya masih bagus, tinggal pemasangan jaringan listriknya saja.”

Sementara Kadis Perindag, Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh, T Iwan Kesuma, mengatakan, untuk mengoperasikan dua unit pasar ikan milik Pemko masih membutuhkan dana tambahan untuk menambah fasilitas yang masih kurang. Seperti meja jualan di pasar ikan II, belum ada, jumlah kios jualan masih terbatas, makanya belum dilakukan pemindahan.(her)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved