Hilang dalam Perjalanan ke Banda Aceh, Anisah Sempat Dikabarkan Dihipnotis, Keluarga Lapor Polisi

"Hari ini, kami pihak keluarga resmi menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum (Polisi) Polsek Trienggadeng,"

Hilang dalam Perjalanan ke Banda Aceh, Anisah Sempat Dikabarkan Dihipnotis, Keluarga Lapor Polisi
IST
Anisah binti Martonis 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Setelah dua hari tidak diketahui keberadaan Anisah binti Martonis (19) warga Gampong Mesjid Puduek, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) yang dikabarkan hilang sejak Sabtu (19/5/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Kini, pihak keluarga resmi melaporkan kasus itu ke Kepolisian Polsek Trienggadeng, Pijay.

"Hari ini, kami pihak keluarga resmi menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum (Polisi) Polsek Trienggadeng," sebut Wulan binti Martonis selaku kakak kandungnya kepada Serambinews.com, Senin (21/5/2018).

Baca: Polisi Bekuk Sindikat Penculik

Sebenarnya, sejak Sabtu (19/5/2018) petang pihak keluarga juga telah menyampaikan laporan kepada pihak Polsek atas kehilangan Anisah hal ini disebabkan pihak keluarga dalam keadaan resah.

Kendati demikian, maka pihak keluarga juga secara resmi melaporkan kembali kepada aparat polisi setelah memastikan keberadaannya sejak 2 x 24 jam tidak diketahui.

Dijelaskan Wulan, memang ada keterangan Anisah sepertinya diculik setelah sebelumnya dihipnotis di dalam mobil L-300 oleh pelaku dan selanjutnya di bawa ke arah Meulaboh, Aceh Barat.

"Pihak keluarga juga sejak kemarin telah melakukan pencarian tapi tetap saja belum membuahkan hasil," jelasnya.

Baca: Hilang 8 Tahun Usai Bunuh Orang, Pria Abdya Pulang Mengira Kasusnya Dilupakan, Tapi Begini Akhirnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Anisah binti Martonis (19) warga Gampong Mesjid Puduek, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) yang hilang sejak Sabtu (19/5/2018) sekira pukul 10.00 WIB belum kembali ke rumah.

Ihwal kehilangan Annisah persis pada Sabtu (19/5) sekira pukul 10.00 WIB pergi ke Banda Aceh ke tempat paman yang berdomisili di Gampong Lam Bait dengan menumpang mobil minibus jenis L-300 dengan menggunakan pakaian seragam merah.

"Terakhir, kami dapat menghubungi pada hari keberangkatannya, Sabtu (19/5/2018) sekira pukul 14.30 WIB dengan posisi masih di kawasan Saree, Aceh Besar dan selebihnya tidak ada hubungan komunikasi sama sekali sampai saat ini," katanya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved