Satpol PP akan SembelihTernak Liar

Petugas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menangkap 12 ekor hewan

Satpol PP akan SembelihTernak Liar
SEJUMLAH petugas Satpol PP dan WH Abdya memantau belasan ekor hewan ternak yang berhasil menangkap 12 ekor hewan ternak jenis sapi dan kerbau yang selama ini berkeliaran di jalan raya, Rabu (23/5) di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Abdya. 

* Jika dalam 10 Hari tak Diambil Pemilik

BLANGPIDIE - Petugas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menangkap 12 ekor hewan ternak jenis sapi dan kerbau yang berkeliaran di jalan raya, Selasa (22/5) malam. Jika dalam 10 hari ternak tersebut tidak diambil pemiliknya, maka petugas berhak melelang atau menyembelihnya untuk dijual kepada masyarakat umum.

Kasatpol PP dan WH Abdya, Riad SE mengatakan, penangkapan 12 ekor sapi dan kerbau itu untuk penertiban dan menjalankan Qanun Nomor 2 tahun 2018 tentang Larangan Melepaskan Hewan Ternak.

“Penangkapan ini sudah kita lakukan selama dua malam, awalnya ada 24 ekor. Karena kandang seadanya, 12 ekor lainnya kembali lepas,” kata Riad yang didampingi Sekretaris Sat Pol PP dan WH Abdya, Amri AR.

Bagi pemilik yang ingin mengambil hewan ternaknya tersebut, kata Riad, maka sang pemilik harus membayar sanksi atau biaya pemeliharaan dan perawatan. Satu ekornya dibebankan biaya sebesar Rp 100.000 per malam bagi sapi dan kerbau. Jika hewan ternak jenis kambing biayanya sebesar Rp 25.000 per malam. “Biaya Rp 100.000 per malam ini sesuai dengan qanun. Jika dua malam, ya Rp 200.000,” katanya.

Menurutnya, jika dalam waktu 10 hari pemilik tidak mengambil hewan ternaknya, maka pihaknya berhak untuk melelang sapi tersebut dan uangnya disetor ke kas daerah.

“Kalau tidak diambil, maka kita lelang. Kalau dalam qanun bisa kita potong dan jual kepada masyarakat umum di pasar,” terangnya.

Dia menyebutkan, saat ini masih banyak hewan ternak yang berkeliaran di badan jalan, khususnya di kawasan Susoh dan Kecamatan Blangpidie. “Rencananya dalam beberapa malam ini, kita kembali melakukan penangkapan di seputaran lapangan Pantai Perak Susoh dan kawasan lainnya,” tandasnya.

Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad mengatakan, sejak dirinya menjabat belum pernah melakukan lelang hewan ternak tersebut, karena setelah ditangkap, biasanya keesokan hari atau paling lama dalam tiga hari pemilik ternak kembali mengambilnya. “Kalau satu hari atau dua hari, uangnya untuk perawatan orang jaga dan mencari umpan,” sebutnya.

Dia tambahkan, meski qanun larangan melepaskan hewan ternak telah berjalan 10 tahun, namun kesadaran pemilik ternak masih rendah, sehingga banyak hewan ternak masih berkeliaran di jalan raya.

“Kalau kita ambil sikap tegas berupa lelang, kita selama ini khawatir pemilik marah dan terjadi konflik. Bahkan, pernah kita tertibkan sapinya, pemilik tidak mau bayar uang perawatan,” ungkapnya.

Namun, Riad berjanji jika dalam sepuluh hari pemilik tidak mengambil hewan ternaknya, maka pihaknya kali ini langsung mengambil sikap tegas berupa lelang, apalagi jika hewan ternak tersebut sudah dua kali ditangkap. Untuk itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan penegak hukum, seperti polisi dan kejaksaan dalam proses eksekusi tersebut. “Iya, ini tidak bisa kita biarkan lagi, sosialisasi sudah cukup dilakukan. Untuk melakukan lelang, kita sudah siapkan stempel. Tidak mungkinlah itu-itu saja kita urus,” tegasnya. Riad berharap dengan sikap tegas dan dilakukan pelelangan, bisa menyadarkan pemilik ternak untuk tidak melepaskan hewan ternaknya ke jalan raya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved