Jalan Amblas di Idi Rawan Kecelakaan

Box culvert di tengah kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, yang amblas pada tahun 2017 lalu, hingga saat ini belum juga

Jalan Amblas di Idi Rawan Kecelakaan
Box culvert di tengah kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, tepatnya pada jalan Cut Mutia, amblas sejak tahun 2017 lalu, hingga saat ini belum diperbaiki oleh dinas terkait. Dampaknya, terjadi penyempitan jalan, dan rawan terjadi kecelakaan. Foto direkam, Sabtu (26/5). SERAMBI / SENI HENDRI 

IDI - Box culvert di tengah kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, yang amblas pada tahun 2017 lalu, hingga saat ini belum juga diperbaiki oleh dinas terkait. Dampaknya, terjadi penyempitan jalan dan rawan terjadi kecelakaan.

Box culvert yang amblas dan memakan badan jalan sekitar 2 meter itu berada tepat di badan jalan Cut Mutia, Kota Idi. Di kanan dan kiri jalan Mutia ini terdapat pertokoan yang selalu dipadati pengunjung. Jalan ini juga merupakan akses utama ke kawasan Kota Idi, termasuk ke lokasi pasar ikan yang setiap hari ramai lalu lalang pengendara.

Bahkan pada bulan Ramadhan ini, tak jauh dari lokasi amblas merupakan pintu masuk lokasi Ramadhan Fair yang menyambung ke jalan dua jalur Kota Idi, yakni Jalan Sulthan Iskandar Muda.

Di lokasi Ramadhan Fair ini, setiap sore ratusan pedagang dan warga yang berbelanja menu buka puasa, memadati lintasan ini. Namun lubang besar di jalan tersebut tidaki menjadi perhatian dinas terkait untuk mencegah jatuhnya korban.

“Jalan amblas sejak awal 2017 lalu. Tapi sampai saat ini belum diperbaiki oleh dinas terkait. Anehnya, pemerintah malah membuka lokasi Ramadhan Fair di lokasi ini, tanpa peduli risiko yang dihadapi warga,” kata Rahmat Hidayat, warga Kota Idi, Sabtu (26/5).

Mewakili masyarakat Kota Idi, Rahmat Hidayat mendesak Pemkab Aceh Timur melalui dinas terkait segera memperbaiki box culvert yang amblas dan memakan badan jalan itu. Karena akses warga menjadi terganggu dan rawan kecelakaan.

Saat ini, kata Rahmat, untuk menghindari kecelakaan di lokasi tersebut, warga berinisiatif menaruh kayu yang diikat plastik sebagai rambu-rambu agar pengendara berhati-berhati saat melintas di lokasi ini.

Sementara, upaya dari pemerintah sama sekali tidak ada. “Hal ini menunjukkan pemerintah memang tidak peduli dengan kondisi tersebut,” ujarnya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved