Sabtu, 11 April 2026

Hadir di Medan, Ulama Palestina Bicara Kekejaman Israel

"Saya ditangkap bersama ayah saya. Kami disiksa, ayah saya sampai hampir mati disiksa,"

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Omar Muhammad Abdulail (kiri) ketika memberi tausiah dalam acara yang digagas ACT di Medan, Senin (25/5/2018). 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Omar Muhammad Abdulail (32), ulama asal Palestina yang berkesempatan berkunjung ke Medan bercerita tentang kekejaman tentara zionis Israel.

Omar yang kini sedang menempuh pendidikan S3 Fakultas Tafsir Qur'an di Bursa University, Turki menyebut Israel kerap menjadikan pelajar dan mahasiswa sebagai target operasi.

"Terutama mahasiswa selalu ditangkap dengan beragam tuduhan. Makanya tidak heran untuk menjadi sarjana di Palestina memakan waktu 14 sampai 20 tahun," kata Omar, Senin (28/5/2018) malam.

Baca: Bupati Bireuen Bantu Palestina Rp 80 juta  

Omar sendiri tak luput dari penangkapan ketika masih berstatus mahasiswa. Dia dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas tuduhan pencurian dan penyimpanan senjata api.

"Saya ditangkap bersama ayah saya. Kami disiksa, ayah saya sampai hampir mati disiksa," ujarnya.

Omar dan beberapa temannya pernah digantung dengan kondisi kepala di bawah, kaki di atas serta digantung dengan tangan terikat ke belakang sedangkan punggung menempel ke di langit-langit penjara.

Baca: Warga Kumpulkan Dana untuk Palestina

Tak jarang pula para tahanan dipaksa melepaskan seluruh pakaian pada musim dingin.

"Tahanan yang sakit tidak pernah diobati, dibiarkan meninggal," ujarnya.

Keberadaan Oman di Medan tak terlepas dari peran Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara. Selama di ibu kota Sumatera Utara, ulama yang juga dosen itu memberi tausiah di beberapa masjid di Medan.

"Tujuannya agar masyarakat Indonesia mendengar langsung kekejaman Israel terhadap warga Palestina. Bahwa saat ini saudara kita di sana masih terkungkung dalam kekejaman zionisme," kata Kepala Cabang ACT Sumut, Ronio Marantika. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved