Salam

Gadis Bireuen Dibegal Pacar, Ini Peringatan bagi Orangtua

Seorang gadis berusia 18 tahun warga Kabupaten Bireuen, dua hari lalu, menjadi korban pembegalan yang diduga

Gadis Bireuen Dibegal Pacar, Ini Peringatan bagi Orangtua
Anggota Reskrim Polres Bireuen mengamankan barang bukti pembacokan di Desa Pante Peusangan dekat rumah tersangka 

Seorang gadis berusia 18 tahun warga Kabupaten Bireuen, dua hari lalu, menjadi korban pembegalan yang diduga dilakukan pacarnya, seorang pemuda berusia 20 tahun yang juga warga kabupaten tersebut. Korban yang dibacok dengan parang di wajah dan bagian tubuh lainnya ditemukan warga yang kemudian melarikannya ke rumah sakit, pada Minggu tengah malam.

Sedangkan sang pacar yang sudah mengakui perbuatannya ditangkap polisi beberapa jam kemudian, serta telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah parang berdarah, satu telepon genggam milik korban, sepeda motor juga milik korban, dan lain-lain dari rumah tersangka. Hingga siang kemarin, polisi masih terus mengorek keterangan dari tersangka tentang motif percobaan pembunuhan itu, selain ingin merampas harta benda pacarnya.

Sedangkan korban yang ditemukan dalam keadaan berlumuran darah, dikabarkan kemarisn sudah melewati masa kritis di rumah sakit. “Ada luka-luka menganga di wajah, tangan, dan bagian-bagian tubuh lainnya. Ia banyak mengeluarkan darah. Untung cepat tertolong,” kata seorang petugas medis di Bireuen.

Kasus-kasus penganiayaan bahkan pembunuhan seorang wanita oleh pacarnya bukanlah sesuatu yang langka. Di Indonesia ini, hampir setiap hari ditemukan mayat wanita muda. Ada yang dibuang di dalam parit, di sungai, di hutan, dan lain. Setelah diusut, pihak kepolisian menemukan pelakunya ternyata kebanyakan adalah pacar korban.

Dari banyak kasus pembunuhan wanita oleh pacarnya, terungkap beberapa motif. Di antaranya, ingin menguasai harta benda sang kekasih. Kemudian ada yang bermotif cemburu. Lalu, ada juga yang mengelak bertanggung jawab karena pacarnya sudah hamil, dan lain-lain.

Namun, dari kasus-kasus penganiayaan wanita oleh pacarnya, tentu banyak pelajaran yang harus dipetik para orang tua untuk mewaspadai agar anak-anaknya tidak menjadi korban kekerasan oleh pacarnya.

Mumpung di bulan Ramadhan, yakni bulan yang lebih agung dari bulan-bulan lainnya, maka tentang pacaran itu akan kita lihat dari sisi Islam. Sebetulnya, Islam tidak pernah membenarkan adanya hubungan pacaran. Justru sebaliknya, Islam melarang adanya pacaran di antara mereka yang bukan muhrim lantaran dapat menimbulkan berbagai fitnah dan dosa. Dalam Islam, pacaran adalah haram!

Sedihnya, menurut para pemerhati, budaya pacaran itu bahkan sudah menancapkan akarnya pada anak-anak belia yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sungguh miris sekali. Budaya pacaran itu adalah budaya asing, yang karena kita kurang ketat filternya, maka banyak yang ikut terjerumus dalam budaya tersebut.

Oleh sebab itulah, kita ingin mengatakan, bahwa para orangtua harus lebih ketat lagi mengawasi anak-anaknya sejak usia dini agar di usia remaja kelak tak gampang terjerumus dalam prilaku yang dilarang Islam. Nah!?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved