Peternak Diminta Lapor ke Disnak

Pansus I DPRA meminta kepada para peternak di Aceh agar melaporkan ternaknya yang hendak dipotong

Peternak Diminta Lapor ke Disnak
Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda dan Kadisnak Aceh, Rahmandi bicara dengan pedagang ternak di Pasar Dewan Sibreh 

* Agar Ternak Bebas Penyakit

BANDA ACEH - Pansus I DPRA meminta kepada para peternak di Aceh agar melaporkan ternaknya yang hendak dipotong ke petugas peternakan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ternak itu sangat penting, untuk menjamin daging yang dijual kepada masyarakat, benar-benar bersih, seteril dan higenis dari berbagai ancaman tercemar virus dan bakteri penyakit menular.

Hal itu disampaikan Pansus I DPRA saat melakukan kunjungan kerja selama 6 hari di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Tim Pansus I DPRA beranggotakan Sulaiman Ali, Ghufran Zainal Abidin, Akhyar, Irwansyah, Abdurrahman Ahmad, Musanif, HT Ibrahim, T Irwan Djohan, Sulaiman Abda, Muhibussabri A Wahab.

Ketua Pansus I DPRA, Sulaiman Ali, kepada wartawan, saat meninjau Laboratorium Peternakan Dinas Peternakan Aceh, di Desa Batoh, Banda Aceh, mengatakan, daging yang dijual di pasar--terlebih pada meugang--tidak semuanya dipotong di Rumah Potong Hewan yang terdapat di berbagai kabupaten/kota. Ada peternak yang menyembelih hewan peliharaannya di tempat yang tidak bersih dan higenis.

Karena itu, dia mengimbau Dinas Peternakan Aceh perlu bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten/Kota untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya memeriksakan kesehatan ternak. “Penyuluhan itu untuk memberi pengetahuan kepada para peternak tentang pentingnya kesehatan pada ternak,” ujar Sulaiman Ali.

Pansus I DPRA dalam kunjungan lapangan pada hari pertamanya fokus ke Dinas Peternakan dan Lab Penertanakan di Batoh. Kunjungan itu untuk mendapatkan informasi mengenai program dan kegiatan yang akan dilakukan Dinas Peternakan dan UPTD Lab Penernakan Aceh di Batoh, terhadap pemantauan dan pengawasan kesehatan ternak potong menjelang meugang Lebaran Idul Fitri, dua pekan ke depan.

Pada kesempatan itu Tim Pansus meminta agar peralatan laboratorium yang diadakan pada tahun 2017 bisa difungsikan.

Menanggapi pernyataan anggota Pansus I DPRA, Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi, mengatakan, peralatan laboratorium pengadaan tahun 2017 sudah dioperasionalkan. Bahkan peralatan lab yang baru itu, sengaja diadakan, untuk memudahkan dan pengamanan petugas lab dalam bekerja dari pencemaran virus dan bakteri yang berbahaya bagi manusia.

Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi, menambahkan, jumlah petugas penyuluh dan peternakan yang dimiliki Disnak Provinsi memang terbatas. Tapi dalam pelaksanaan program pencegahan penjualan daging tak layak konsumsi kepada masyarakat umum, pihaknya selalu turun ke lapangan untuk melakukan penyuluhan kepada peternak.

Materi penyuluhan mengenai tata cara memeriksa ternak yang sehat dan sakit serta memotongnya di tempat yang higenis, dan bebas dari virus dan bakteri penyakit menular. Dalam lima tahun terakhir ini, memang belum ada kita temukan kasusnya, namun demikian, kewaspadaan perlu terus kita tingkatkan,” ujar Rahmandi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved