Keuchik Latong Pertanyakan Alasan Pemecatannya oleh Bupati Nagan Raya  

Keuchik setempat menerima surat pemberhentikan tersebut ditetapkan pada 21 Mei 2018 dan baru diterima pada Kamis (31/5/2018).

Keuchik Latong Pertanyakan Alasan Pemecatannya oleh Bupati Nagan Raya   
ist
Keuchik Latong, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya memperlihatkan surat pemberhentiannya sebagai keuchik setempat, Kamis (31/5/2018).

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Keuchik definitif Desa Latong, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya Zulchairal mempertanyakan alasan pemecatan dirinya oleh bupati sebagai keuchik di dasa itu yang dinilai tanpa ada sebab yang jelas.

Keuchik setempat menerima surat pemberhentikan tersebut ditetapkan pada 21 Mei 2018 dan baru diterima pada Kamis (31/5/2018). 

“Saya atas nama Keuchik Gampong Latong definitif, menyatakan keberatan dan mempertanyankan atas keputusan Bapak Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham atas surat pemberhentian saya yang masa jabatan hingga 2021 mendatang, namun sebelum habis masa jabatan saya sudah duluan diberhentikan tanpan ada sebab yang jelas,” ungkap Zulchairal, kepada Serambinews.com, Kamis (31/5/2018) tadi malam.

Baca: Aspirasi Forum Keuchik Nagan Diterima Menkeu

Terkait hal tersebut, pihaknya akan meminta keadilan kepada pihak berwajib nantinya untuk menuntaskan persoalan tersebut yang dinilai Pemerintah Nagan Raya telah sewenang-wenang terhadap yang bersangkutan.

“Kebijakan Pemerintah daerah terhadap saya telah menyalahi undang-undang desa nomor 6 tahun 2014, serta merusak demokrasi di tingkat desa, sehingga akan melahirkan konflik dikemudian hari,” ujar Zulchairal,kepada Serambinews.com, Kamis (31/5/2018). 

Pihaknya mengku terkejut saat menerima surat pemberhentiannya sebagai keuchik definitif yang dipilih langsung oleh masyarakat.

Selama ini ia mengaku tidak pernah melakukan perbuatan asusila yang bisa diberhentikan kapan saja.

Dikatakannya, sesuai dengan ketentuan, jika bupati hendak memecat keuchik salah satunya meninggal dunia atau permintaan sendiri dan dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 

Dikatakan Zulchairal, bahwa pemecatannya oleh Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2015, Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved