Boraks Ditemukan di Bener Meriah

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan pemeriksaan terhadap penganan berbuka

Boraks Ditemukan di Bener Meriah
TIM Lab Perikanan Lampulo melakukan tes formalin dan boraks yang digunakan sebagai bahan pengawet ikan, udang, dan lainnya di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Selasa (22/5).

* BPOM Periksa Penganan Berbuka

TAKENGON - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan pemeriksaan terhadap penganan berbuka di dua kabupaten bertetangga, Bener dan Aceh Tengah pada hari berbeda. Khusus di Bener Meriah, ditemukan makanan mengandung boraks yang dijual pedagang sebagai jajanan berbuka puasa, sedangkan di Aceh Tengah, tidak ada boraks.

Proses pengawasan terhadap jajanan berbuka di dua kabupaten di Dataran Tinggi Gayo (DTG) dilaksanakan selama dua hari oleh BBPOM Aceh. Pada 30 Mei 2018, melakukan pengawasan jajanan berbuka di tiga titik di Kabupaten Bener Meriah dengan hasil, ditemukan adanya dua jenis makanan yang mengandung boraks, yaitu mie dan bakso.

Untuk pengawasan jajanan berbuka di Aceh Tengah, dilaksanakan pada 31 Mei 2018. Ada dua titik lokasi pengawasan makanan di daerah itu, namun hasilnya tidak mengandung bahan yang dilarang. “Setelah diuji, ada dua jenis makanan di Bener Meriah yang mengandung boraks, tetapi di Aceh Tengah tidak ada,” kata Kepala BBPOM Aceh, Zulkifli kepada Serambi, Jumat (1/6).

Disebutkan, beberapa jenis makanan yang ditemukan mengandung boraks langsung diamankan dan diserahkan ke dinas terkait. “Tugas kami dalam pengawasan jajanan berbuka ini, hanya menguji. Sedangkan untuk tindak lanjutnya diserahkan ke pemerintah kabupaten atau dinas terkait,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, untuk makanan jenis mie yang positif mengandung boraks karena menggunakan bahan anti basi dicampur air abu, sehingga mie yang dijual di sejumlah lokasi jajanan berbuka di Kabupaten Bener Meriah, mengandung boraks. “Kalau air abu saja yang digunakan untuk membuat mie, masih aman, tetapi bila dicampur dengan anti basi, tentu akan mengandung boraks,” jelasnya.

Dia menjelaskan pengawasan yang dilakukan oleh BBPOM Aceh, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Bahkan pengawasan telah dilakukan menjelang bulan Ramadhan, pertengahan bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Pertengahan puasa ini, kita fokus pada jajanan berbuka, dan menjelang lebaran seperti parsel, serta makanan kemasan,” terang Kepala BBPOM Aceh ini.

Zulkifli meminta agar kabupaten kota di Aceh, bisa memanfaatkan keberadaan BBPOM dalam proses pemeriksaan ataupun menguji kondisi makanan, serta obat-obatan, sehingga pengawasan bisa berjalan dengan baik. “Kami siap jika diundang kabupaten/kota untuk proses pengawasan makanan serta obat-obatan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan makanan yang sehat dan aman,” pungkas Zulkifli.

Sebelumnya, sejumlah jenis ikan yang dijual di beberapa pasar Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, terindikasi mengandung bahan pengawet berbahaya jenis formalin. Sebagian besar ikan itu dipasok dari kawasan pesisir yang dijual kembali para pedagang ikan di Takengon.

Temuan ikan berformalin berdasarkan uji sampel oleh Tim UPTD Laboraturium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP), Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, awal Mei 2018 lalu. Sample diambil dari Pasar Ikan Paya Ilang serta Pasar Bawah, Kota Takengon, yang dipasok dari daerah pesisir Aceh yang terindikasi mengandung bahan pengawet jenis formalin.

“Hasil uji laboratorium, ada beberapa jenis ikan dari kawasan pesisir yang positif mengandung formalin,” kata Kadis Perikanan Aceh Tengah, Sabilul Rasyid kepada Serambi, Selasa (22/5). Disebutkan, pengujian kandungan bahan pengawet berbahaya pada ikan yang dijual di pasar, dilakukan oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.(my)

hasil pemeriksaan
* Mie dan bakso positif boraks
* Dijual pedagang Bener Meriah
* Pemeriksaan pada 30 Mei 2018
* Takengon pada 31 Mei 2018
* Penganan berbuka aman dikonsumsi
* Tidak ada boraks atau formalin

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved