Salam

Masyarakat Menanti Kontribusi Profesor

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengukuhkan jabatan guru besar kepada empat akademisinya, tiga hari lalu

Masyarakat Menanti  Kontribusi Profesor
Samsul Rizal

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengukuhkan jabatan guru besar kepada empat akademisinya, tiga hari lalu. Mereka yang dikukuhkan itu adalah Prof Dr Ir Ahmad Humam Hamid MA (Dosen Fakultas Pertanian),Dr dr Maimun Syukri SpPD-KHH, Finasim (Dosen sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran), Prof Dr Syahrun Nur MSi (Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), serta Prof Dr Ir Sri Aprilia MT (Dosen Fakultas Teknik Unsyiah.

Humam dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Pedesaan, Maimun sebagai Guru Besar Bidang Nefrologi dan Hipertensi, Syahrun sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Optoelektronika, dan Sri Aprilia sebagai

Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Organik pada fakultas masing-masing.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng mengharapkan akan lebih banyak lagi wanita yang menjadi guru besar di lingkungan Unsyiah. “Gelar profesor adalah gelar tertinggi dalam dunia pendidikan, namun semua itu tidak akan sempurna tanpa adanya gelar takwa,” kata Rektor Unsyiah.

Ya, menjadi guru besar bukan sekadar kebanggaan pribadi, tapi lebih dari itu kehadiran guru besar dalam berbagai bidang ilmu itu menjadi pilar terpenting yang menyokong keunggulan suatu perguruan tinggi.

Di sisi lain, setiap dosen dalam menjalani kariernya pasti selalu bermimpi menjadi profesor. Namun, pencapaian itu tidak mudah, harus selalu diiringi kerja keras dan panjang. Dan, karenanya, Unsyiah serta perguruan tinggi lainnya secara institusi harus punya komitmen yang kuat untuk mewujudkan impian para dosennya dalam meraih gelar profesor.

Pertanyaan lagi, apakah setelah meraih gelar tertinggi dalam pendidikan itu seorang guru besar sudah habis karier? Jawabnya tentu tidak, sebab beban mereka cukup berat karena harapan masyarakat menempel pada gelar profesor yang disandangnya.

Integritas seorang guru besar setiap saat diuji dalam masyarakat maupun di kampus. Oleh karenanya, seorang guru besar perlu senantiasa mengupdate, menambah, dan membagi ilmu sebagai kontribusi kepada masyarakat dan daerah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved