Warga Tutup Jalan Kaway

Warga dari tiga desa di Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, Jumat (1/6) malam menutup paksa jalan provinsi di Kaway XVI

Warga Tutup Jalan Kaway
Warga mengelar aksi menutup paksa jalan provinsi Meulaboh-Tutut tepatnya di Alue Ons, Putim dan Meunasah Rambot Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, Sabtu (2/6). Aksi tersebut bentuk protes proyek jalan yang baru dibangun rusak dan berdebu. 

MEULABOH - Warga dari tiga desa di Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, Jumat (1/6) malam menutup paksa jalan provinsi di Kaway XVI. Aksi dilakukan dengan meletakan kayu sepanjang jalan itu yang menyebabkan lintasan Meulaboh-Tutut lumpuh total beberapa jam.

Warga melancarkan aksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap proyek jalan yang hancur tersebut, namun belum rampung diperbaiki. Dampak penutupan jalan sepanjang dua kilometer itu menyebabkan puluhan kendaraan roda empat dan enam dari dua arah terhenti, kecuali kendaraan roda dua.

Namun untuk kelancaran transportasi, pengendara dialihkan sementara waktu melalui jalan desa yang jaraknya lebih jauh. Tiga desa yang mengelar aksi penutupan jalan itu meliputi Alue Ons, Putim dan Meunasah Rambot.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa turun ke lapangan memantau kondisi. Turut juga tampak Ketua DPRK Ramli SE dan anggota dewan Nasri. Untuk mencari jalan penyelesaian sejumlah warga dikumpulkan di Mapolsek untuk dipertemukan dengan rekanan dan pihak pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh T Rendra.

Beberapa warga menyatakan aksi menutup jalan ini karena warga kecewa terhadap janji bahwa jalan yang rusak itu akan diperbaiki. Namun sudah beberapa hari belakangan tidak ada tanda pengerjaan, sementara debu setiap hari mengepung warga.

“Kami sangat kecewa. Debu sangat banyak,” kata Nazar, warga Alue Ons. Ketua DPRK Ramli SE dan anggota DPRK Nasri menjelaskan jalan tersebut merupakan proyek jalan tahun 2017 lalu dengan anggaran Rp 5 miliar.

“Kami meminta provinsi memacu perbaikan kembali jalan itu. Warga sangat menderita,” kata Ramli SE. Kapolres Bobby Aria Prakasa menyatakan aksi yang dilancarkan warga diharapkan tidak mengganggu transportasi.

Bahkan pihaknya sudah memanggil rekanan dan warga untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalan musyawarah. Sekitar pukul 15.30 WIB jalan kembali dibuka setelah ada kesepakatan bersama antara warga dengan rekanan dan pejabat PU Aceh.

Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Dinas PU Aceh T Rendra ditanyai Serambi kemarin mengatakan kerusakan jalan yang diprotes warga itu masih dalam tahap perbaikan oleh rekanan dan pengawasan ketat Dinas PU Aceh.

Dalam beberapa hari ini rekanan tidak bekerja karena ada kendala teknis, dan akan dilanjutkan pengerjaannya pada Rabu pekan ini.

“Insya Allah diupayakan sebelum Lebaran Idul Fitri sudah diaspal,” kata Rendra. Dikatakannya lamanya perbaikan karena harus mengupas kembali aspal yang rusak itu.

Sementara masa pemeliharaan jalan sesuai aturan hingga Desember 2018, namun tetap diupayakan secepatnya diperbaiki. Sedangkan kerusakan jalan disebabkan karena ketika akan diaspal terjadi hujan lebat serta tanah berlumpur sehingga aspal mudah kembali rusak.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved