Apa Pantat Katak Ini Mirip Wajah? Ternyata Punya Racun yang Cukup Membunuh 150 Tikus, Ini Kegunaanya

Namun, jika predator masih tetap memutuskan untuk menyerangnya, katak ini punya senjata lain

Apa Pantat Katak Ini Mirip Wajah? Ternyata Punya Racun yang Cukup Membunuh 150 Tikus, Ini Kegunaanya
Pantat katak kerdil Cuyaba atau Physalaemus nattereri yang sedang dikembungkan.(NATIONAL GEOGRAPHIC CREATIVE By Liz Langley) 

SERAMBINEWS.COM - Lihatlah gambar di atas. Apakah Anda mendapati sepasang mata hitam sedang menatap Anda?

Sayangnya, itu bukan mata pada wajah, melainkan corak pada pantat seekor katak beracun yang dapat ditemukan di berbagai negara Amerika Selatan seperti Bolivia dan Brazil.

Katak kerdil Cuyaba atau Physalaemus nattereri bisa mengembangkan pantatnya yang dihiasi dua lingkaran hitam untuk menakut-nakuti predator.

Baca: Biasanya Ular Memangsa Katak, Tapi Katak yang Satu Ini Sangat Berbahaya Karena Bisa Telan Ular

Mata bohongan tersebut, kata mahasiswa yang mengambil program doktor University of Ghent, Belgia dan koordinator Bolivian Amphibian Initiative Munoz Saravia, guna mengalihkan perhatian predator dari kepala katak ke pantatnya.

Ketika dikembangkan, mata ini juga membuat bagian belakang katak terlihat seperti kepala ular besar bagi predatornya yang hanya burung, ular, atau kelelawar.

“Aku hewan yang lebih besar dari yang kamu kira, jadi jangan makan aku,” ujar Munoz Saravia menirukan pesan yang ingin diucapkan katak kerdil Cuyaba.

Baca: Ular King Kobra Melawan Piton Raksasa, Siapa Jadi Pemenang? Ternyata Begini Nasib Keduanya 

Namun, jika predator masih tetap memutuskan untuk menyerangnya, katak ini punya senjata lain.

Joao Tonini, rekan postdoctoral di Harvard University, berkata bahwa di bawah mata bohongan, katak ini menyimpan kelenjar makro yang beracun.

Racun berwarna putih yang berada di dalam seekor katak ini cukup untuk membunuh 150 tikus.

Pada manusia, racun katak kerdil Cuyaba tidak mematikan, tetapi akan terasa perih bila terkena mata.

Baca: Ada Katak Cuma Sebesar Penjepit Kertas

Pasalnya, tujuan utama racun ini bukan untuk membunuh predatornya, melainkan memberikan cukup waktu bagi katak kerdil Cuyaba untuk melarikan diri selagi preadtornya merasa pusing dan lemas.

Berkat kemampuan ini dan corak mereka yang tidak semenarik katak beracun dari keluarga Dendrobatidae, katak kerdil Cuyaba berstatus berisiko kepunahan rendah dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ini Bukan Wajah, tetapi Pantat Katak Beracun dari Bolivia

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved