Setia Dituntut 80 Kali Cambuk

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut Setia Ramadhan (18), bekas cleaning service di Rumah Sakit

Setia Dituntut 80 Kali Cambuk
DHIKA SAVANA, JPU Kejari Banda Aceh

* Terdakwa Pelecehan terhadap Pasien di RSUZA

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut Setia Ramadhan (18), bekas cleaning service di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dengan hukuman 80 kali cambuk. Setia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Mawar-- bukan nama sebenarnya--ketika sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU Dhika Savana SH dan Rosnawati SH MH dalam sidang lanjutan di hadapan majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh yang diketuai Drs H Idris Budiman, Senin (4/6). Pada sidang yang digelar tertutup itu, Setia didakwa melanggar Pasal 47 Jo Pasal 1 butir 27 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Menjatuhkan Uqubat Tazir terhadap terdakwa Setia Ramadhan berupa cambuk sebanyak 80 kali dikurangi selama terdakwa ditahan,” baca JPU Dhika Savana di hadapan terdakwa yang didampingi pengacaranya, Rudi.

Menurut Dhika, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihubungkan satu sama lainnya dan dihubungkan pula dengan barang bukti disimpulkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana atau jarimah pelecahan seksual.

Pelecehan itu terjadi pada Kamis, 5 Oktober 2017 sekira pukul 12.00 WIB di ruangan recovery room atau ruang pascaoperasi di rumah sakit ketika korban baru selesai melakukan operasi telinga. Saat itu korban masih dalam keadaan lemas karena pengaruh obat bius. Sedangkan suasana di ruangan tersebut dalam keadaan sepi. Ketika itulah, terdakwa masuk ke ruang itu dan berdiri di sebelah kanan korban untuk melakukan pelecehan seksual.

Menurut Dikha, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 47 Jo Pasal 1 butir 27 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Sebelumnya disidangkan, aksi terdakwa tersebut sempat heboh di media sosial.

Terdakwa Setia Ramadhan bersama pengacaranya, Rudi, tetap membantah tidak melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Karena itu, terdakwa akan mengajukan pembelaan tertulis terhadap dakwaan jaksa pada sidang lanjutan, Senin, 25 Juni 2018.

Dari dakwaan yang diperoleh Serambi, di antaranya terdakwa menyatakan tuduhan yang dialamatkan padanya tidak benar. Pada hari kejadian itu, terdakwa mengaku melihat seorang pasien di ruang recovery room dalam keadaan belum sadar penuh.

Di situ terdakwa melihat kain penutup badan pasien terjatuh dan terlihat bagian tubuh pasien tersebut. Setelah itu, terdakwa mengambil kain tersebut dan menutup kembali badan pasien.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved