Breaking News:

Azwar Abubakar Raih Doktor Ilmu Administrasi di UI

Mantan wakil gubernur dan mantan pelaksana tugas (Plt) gubernur Aceh, Ir Azwar Abubakar MM, Rabu kemarin meraih

Editor: bakri
AZWAR Abubakar sedang mempertahankan disertasinya di depan tim penguji dalam sidang terbuka doktoral di Ruang Auditorium Juwono Sudarsono UI Depok, Jakarta, Rabu (6/6). 

* Lulus Sangat Memuaskan

BANDA ACEH - Mantan wakil gubernur dan mantan pelaksana tugas (Plt) gubernur Aceh, Ir Azwar Abubakar MM, Rabu kemarin meraih gelar doktor pada usia 66 tahun dalam bidang Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Azwar lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah menjalani sidang terbuka, sebagaimana diumumkan ketua sidang, Dr Arie Setiabudi Soesilo MSc selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.

Sidang terbuka Azwar yang berlangsung di ruang Auditorium Juwono Sudarsono UI Depok, Jakarta, dihadiri ratusan orang. Di antaranya mantan Wapres Boediono, Ketua MPR RI yang juga Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, dan para kolega Azwar saat ia menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Beberapa undangan dari Aceh juga hadir, di antaranya Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof Dr Jasman J Ma’ruf MBA dan Kepala Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh, Makmur Ibrahim MHum.

Azwar yang mengenakan jas, dasi, dan peci hitam tampil percaya diri di podium menjawab pertanyaan dari tim penguji yang terdiri atas Dr Arie Setiabudi Soesilo MSc (ketua sidang), Prof Dr Eko Prasojo(promotor), Dr Lina Miftahul Jannah MSi (Ko-Promotor), dan anggota tim penguji yang terdiri atas Dr Bambang Widjojanto SH, Dr Sodjuangon Situmorang MSi, Prof Dr Azhar Kasim MPA, Dr Roy Valiant Salomo MSoc.Sc, Prof Dr Irfan Ridwan Maksum MSi, dan Dr Teguh Kurniawan MSc.

Dalam sidang promosi doktor itu, Azwar Abubakar mempertahankan disertasi berjudul Membangun Model Collaborative Governance dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia.

Pria jangkung kelahiran Banda Aceh pada 21 Juni 1952 ini menamatkan S1-nya pada Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan gelar magister manajemen ia peroleh dari Universita Syiah Kuala Banda Aceh.

Selepas kuliah di ITB, Azwar bekerja sebagai konsultan dan pengusaha. Kemudian, selepas kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998, ia pun tertarik terjun ke dunia politik, lalu bergabung dengan Partai Aanat Nasiona (PAN) di Aceh.

Selain tercatat sebagai salah satu pendiri PAN Aceh, ia juga pernah menjadi bendahara bahkan Ketua Umum DPW PAN Aceh. Kegiatannya di bidang politik, kemudian mengantarnya menjadi Wagub Aceh mendampingi Gubernur Abdullah Puteh sejak tahun 2000. Kemudian, tahun 2004-2005 Azwar menjabat Plt Gubernur Aceh, menggantikan Puteh.

Ia juga pernah menjadi Anggota DPR RI sebelum kemudian ditarik Presiden Susilo Bambang Yudhonono menjadi Menteri PAN dan RB.

Pada saat menjabat Menpan RB, beberapa terobosan ia lakukan secara nasional maupun untuk Aceh. Pada masa Azwarlah UTU Meulaboh dan Universitas Samudra Langsa menjadi negeri, IAIN Ar-Raniry berubah menjadi UIN. Pada masanya pula di Aceh dibentuk Pusat Kajian, Pendidikan, dan Pelatihan Aparatur Negara (PKP2A) IV Lembaga Administrasi Negara Banda Aceh, Kopertis XIII Wilayah Aceh, dan Kantor Regional XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh.

Pada masa Azwar pula para tenaga kontrak yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun (K2), dimungkinkan diangkat menjadi PNS.

Sebelumnya, UIN Ar-Raniry pernah menganugerahkan kepada Azwar doktor kehormatan (Dr HC). Sekarang, ia meraih gelar doktor justru di UI, salah satu PTN papan atas di Indonesia. (dik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved