Luar Negeri

Melihat Kekuatan Militer Iran dan Israel, Kalau Perang Terjadi Siapa yang Menang? 

Niat Iran melanjutkan proses pengayaan uranium ini dianggap Israel sebagai langkah yang akan membahayakan eksistensi negeri Yahudi tersebut

Melihat Kekuatan Militer Iran dan Israel, Kalau Perang Terjadi Siapa yang Menang? 
Pasukan Hezbollah Lebanon berparade sambil membawa misil Fajr 5 di kota Nabatiyeh, wilayah selatan Lebanon. Mereka siap menyerang Israel bila terjadi perang dengan Iran (AFP/MAHMOUD ZAYYAT) 

AU Israel diperlengkapi lebih dari 250 pesawat tempur termasuk 50 buah jet canggih Lockheed Martin F-35, yang termasuk pesawat tempur generasi kelima di dunia.

Sedangkan Iran hanya memiliki 160 jet tempur dan tak satu pun memiliki kemampuan yang setara dengan F-35.

Baca: PM Israel Gagal Yakinkan Kanselir Jerman tentang Nuklir Iran

Jangkauan Rudal Iran (AFP)
Jangkauan Rudal Iran (AFP) ()

Lebih jauh, pilot-pilot Iran juga kurang berpengalaman dibanding para pilot Israel.

Di sisi kekuatan maritim, kedua negara sama-sama tidak memiliki angkatan laut yang siginifikan.

Iran memiliki lebih dari 30 kapal selam, lima fregat, tiga korvet, dan lebih dari 200 kapal patroli.

Sementara Israel saat ini hanya memiliki lima kapal selam, tiga korvet, delapan kapal misil, dan 45 kapal patroli.

Namun, jika melihat dari kondisi geografis kedua negara maka perang laut antara Iran dan Israel kecil kemungkinan akan terjadi.

Nah, yang mengerikan jika terjadi perang total maka Israel memiliki keunggulan, yaitu senjata nuklir.

Baca: Mengenal Rudal, Senjata Perang Asimetris yang Bisa Menghantam Sasaran Secara Presisi

Meski selalu merahasiakanpersediaan senjata nuklirnya, Israel diyakini memiliki 75-400 hulu ledak nuklir.

Hulu ledak nuklir ini bisa ditembakkan dengan menggunakan misil balistik Jericho, diluncurkan dari kapal selam atau dari jet tempur.

Sementara Iran tidak memiliki kapabilitas nuklir. Meski kesepakatan nuklir berantakan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga Iran bisa disebut negara nuklir.

Tetapi, Iran mampu membangun dan mengembangkan misil balistik yang sudah diakui amat berbahaya dan mampu menghantam sasaran di wilayah Israel.

Namun, layaknya pemain kartu, Iran masih memiliki kartu "As", yaitu dukungannya untuk berbagai kelompok bersenjata anti-Israel di Timur Tengah.

Baca: 112 Rudal Tomahawk AS Hantam Suriah, Satu Buah Rp 25,7 Miliar, Berapa Biaya Terbang Pesawat Pembom?

Tentara Israel sedang menyaksikan rudal yang diluncurkan dari sistem pertahanan rudal Iron Dome di selatan kota Beer Sheva.
Tentara Israel sedang menyaksikan rudal yang diluncurkan dari sistem pertahanan rudal Iron Dome di selatan kota Beer Sheva. (AFP)

Alhasil, Iran memiliki cara tersendiri untuk menghantam Israel saat konflik terjadi.

Salah satu kelompok itu adalah Hezbollah di Lebanon yang amat ditakuti Israel karena amat terlatih dan dipersenjatai dengan baik.

Bahkan kekuatan Hezbollah jauh di atas kemampuan militer Lebanon dan mereka memiliki keuntungan karena bisa beroperasi dengan lebih bebas.

Pengalaman Hezbollah bertempur di Suriah memberikan keuntungan tersendiri yang amat bermanfaat jika perang pecah.

Selain itu, Hezbollah juga memiliki banyak persediaan roket yang bisa ditembakkan ke wilayah Israel.

Selain Hezbollah, Iran juga mendukung Hamas dan Jihad Islam yang keduanya berada di Jalur Gaza.

Meski kecil kedua kelompok ini memiliki persediaan senjata yang cukup signifikan.(*)

Baca: Rusia Segera Uji Coba Pesawat Pembom Terbaru, Dilengkapi Rudal Generasi Baru yang Mematikan

Baca: Tomahawk, Rudal Canggih Andalan AS Saat Serang Negara Lain, Pertama Digunakan Saat Perang Teluk

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jika Israel dan Iran Berperang, Militer Siapa yang Lebih Unggul?

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved