Kemarau Dapat Picu Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar, memprediksikan

Kemarau Dapat Picu Gelombang Tinggi
ZAKARIA AHMAD,Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM

* Nelayan Diminta Waspada

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar, memprediksikan tiga hari ke depan, mulai hari ini, Jumat hingga Minggu (8-10/6), gelombang tinggi mencapai 1 sampai 2,5 meter akan melanda sejumlah perairan Aceh. Karena itu, BMKG mengimbau nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak terlalu jauh melaut.

Hal itu disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad SE, yang dihubungi Serambi, Kamis (7/6). Menurutnya, musim kemarau yang melanda Aceh, berpengaruh pada peningkatan masa udara dan kecepatan angin dari Benua Autralia yang terpantau bergerak menuju Benua Asia, melewati Samudera Hindia menuju Aceh.

Kecepatan angin itu mencapai 50 km/jam, sehingga berdampak pada tinggi gelombang untuk tiga hari ke depan. Di barat selatan Aceh (mulai Pulo Aceh sampai Aceh Singkil) tinggi gelombang mencapai 1 hingga 2,5 meter. Menurut Zakaria, tinggi gelombang itu cukup tinggi. Untuk Samudera Hindia bagian barat Aceh, tinggi gelombang bahkan bica mencapai 3 meter.

Bagi kapal atau boat-boat nelayan di jalur penyeberangan Balohan Sabang-Ulee Lheue Banda Aceh juga diminta berhati-hati karena di perairan tersebut tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter. Karenanya BMKG mengimbau agar para nelayan agar tidak melaut ke tengah karena sangat berbahaya.

“Untuk penyeberangan Sabang Ulee Lheue-Sabang, tinggi gelombang mencapai 1 sampai 2,5 meter. Tinggi gelombang ini diprediksikan hanya berlangsung tiga hari ke depan dan kami imbau terutama nelayan untuk tidak melaut terlalu ke tengah,” sebut Zakaria.

Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad, juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya berbagai musibah alam, mulai kebakaran hutan dan musibah kebakaran rumah warga selama musim kemarau ini. Ia mengimbau masyarakat, untuk tidak membakar sampah sembarangan serta untuk yang membuka lahan baru untuk tidak melakukan aktivitas membakar ranting-ranting dahan yang telah kering.

“Tanpa dibakar saja, dahan-dahan kering itu bisa terbakar sendiri, apalagi kalau dibakar, bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan bisa menimbulkan dampak yang lebih luas, misalnya munculnya kabut asap yang berpengaruh pada jarak pandang di darat, laut dan udara. Karena itu jangan lakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” pungkas Zakaria.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved