Siapa Saja yang Berhak Dapat Santunan Jasa Raharja Rp 50 Juta? Ini Penjelasannya

Tes urine akan dilakukan beberapa kali di beberapa lokasi.Namun waktu dan lokasinya masih dirahasiakan.

Siapa Saja yang Berhak Dapat Santunan Jasa Raharja Rp 50 Juta? Ini Penjelasannya
IST
Mulkan, Kepala PT. Jasa Raharja Provinsi Aceh 

Laporan: Misbahuddin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah instansi terkait dalam kegiatan pengamanan (Pam) Idul Fitri 1439 H, menggelar rapat terpadu di Kantor PT Jasa Raharja (Persero) Provinsi Aceh, Jumat (8/6/2018).

Rapat terpadu dalam rangka memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menggunakan angkutan umum selama Periode H-7 sampai H+7 (8-23 Juni 2018), diikuti oleh Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Ditlantas Polda Aceh, BNNP, dan Organda.

Kepala  PT. Jasa Raharja (Persero) Provinsi Aceh Mulkan didampingi Wadirlantas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono, dan Kabid Darat Dishubkominfo Aceh Nizarly menjelaskan, orang yang berhak mendapatkan santunan Jasa Raharja adalah korban kecelakaan penumpang angkutan resmi, korban tabrakan, dan korban yang ditabrak.

“Jika meninggal dunia mendapatkan Rp 50 juta dan jika luka luka ditanggung biaya pengobatan hingga Rp 20 juta. Semua itu juga harus disertai surat keterangan dari polisi,” kata Mulkan.

Tes urine

Dalam kesempatan itu, para pihak sepakat melakukan pemeriksaan urine kepada pengemudi angkutan umum baik bus maupun nonbus.

Tes urine akan dilakukan beberapa kali di beberapa lokasi.

Namun waktu dan lokasinya masih dirahasiakan, perkiraannya antara tanggal 8 sampai 23 Juni 2018.

Kepala Jasa Raharja dan Wadirlantas serta Kabid Darat menyampaikan bahwa apabila nantinya ditemukan supir yang positif mengkonsumsi narkoba, konsekuensinya bus tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

(Baca: In Memoriam - Sultanah Aceh Teungku Putroe Safiatuddin Itu Memang Ingin Berumah di Baperis)

(Baca: Catat! Warga Aceh Yang Butuh Layanan Medis Darurat saat Mudik, Hubungi 16 Nomor Ini)

Kecuali dari pihak pengusaha angkutan menyediakan supir lainnya yang bebas dari pengaruh narkoba.

Sedangkan bagi supir yang positif mengkonsumsi narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk itu diimbau kepada pengusaha angkutan umum agar memastikan pengemudi yg akan diberangkatkan bebas dari pengaruh narkoba.(*)

Penulis: wed
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved