RS Cut Nyak Dhien Rawat 9 Pasien Terduga Difteri

Rumah Sakit (RS) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, dalam dua bulan terakhir merawat sembilan pasien yang terduga (suspect) difteri

RS Cut Nyak Dhien Rawat  9 Pasien Terduga Difteri
Kolase/Tribunnews
Waspada Wabah Difteri yang Sebabkan Kematian, 4 Bahan Alami Murah Meriah Ini Diklaim Ampuh Menyembuhkannya 

MEULABOH - Rumah Sakit (RS) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, dalam dua bulan terakhir merawat sembilan pasien yang terduga (suspect) difteri. Namun, dari sembilan yang terjangkit dan seluruhnya anak-anak itu hingga hingga Jumat (8/6) siang hanya dua orang lagi yang masih dirawat.

Diperoleh informasi, dua pasien yang masih dirawat intensif di rumah sakit itu adalah B (8) asal Kecamatan Arongan Lambalek dan M (15) asal Kecamatan Panton Reuh. Sedangkan tujuh lainnya sudah dibawa pulang dalam beberapa pekan terakhir.

Maret lalu tercatat sebagai bulan pertama pasien suspect difteri yang dirawat di Aceh Barat. Pasien tersebut ditangani oleh tim dokter spesialis anak di RS Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Tujuh pasien yang sudah dibawa pulang karena kondisinya sudah membaik itu, enam orang berasal dari Aceh Barat, satu lagi dari Nagan Raya. Pasien yang berasal dari Aceh Barat tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan dua orang, Woyla Timur dua orang, Woyla dan Arongan Lambalek masing-masing satu orang. Seorang pasien lagi dirujuk dari Nagan Raya. “Pasien suspect difteri yang masih dirawat kini tinggal dua orang lagi,” kata Humas RS Cut Nyak Dhien, Yunizar AMK kepada wartawan, Jumat (8/6).

Menurutnya, para pasien tersebut masih terus mendapat penanganan medis. Selain itu, sampel darah mereka sudah diambil untuk diperiksa guna memastikan apakah mereka positif terserang difteri atau tidak.

Kedua pasien ini dirawat di RS Cut Nyak Dhien sejak 4 Juni lalu. Sedangkan sampel darahnya dikirim melalui Dinas Kesehatan Aceh Barat ke Dinas Kesehatan Aceh di Banda Aceh serta ke Jakarta. “Hasilnya baru akan diketahui setelah dua pekan ke depan,” katanya.

Petugas disuntik
Yunizar selaku Humas RS Cut Nyak Dhien menambahkan bahwa pasien terduga difteri itu ditempakan pada ruang khusus untuk mencegah penularan. Bahkan dokter dan perawat yang menangani pasien suspect difteri itu harus disuntik agar tidak terjangkit. Mereka juga diwajibkan memakai pakaian khusus serta pelindung sesuai standar dalam penanganan pasien suspect difteri.

Yunizar menyebutkan, kesembilan pasien itu semuanya anak-anak. Gejala yang mereka rasakan awalnya panas tinggi yang tidak turun-turun disertai batuk, susah menelan, amandel membesar, dan terdapat selaput putih di lidah, serta sulit bernapas.

“Nah, apabila ada anak, saudara, tetangga, atau kenalan kita dengan gejala seperti ini segera perlu ditangani. Bisa jadi itu suspect difteri. Tapi untuk memastikan apakah seseorang positif difteri atau tidak haruslah melalui pemeriksaan darah di lab,” ujar Yunizar. (riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved