Pencari Jernang Temukan Kerangka Manusia

Dua orang pencari buah jernang asal Desa Meunasah Lueng, Kecamatan Jeunieb, Bireuen yakni, Muhammad Yusuf

Pencari Jernang Temukan Kerangka Manusia
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Tim gabungan sedang membawa pulang kerangka manusia dari pedalaman Jeunieb, Minggu (10/6/2018) 

* Di Pegunungan Jambo Rusa, Jeunieb

BIREUEN - Dua orang pencari buah jernang asal Desa Meunasah Lueng, Kecamatan Jeunieb, Bireuen yakni, Muhammad Yusuf (60) dan Marbawi (40) menemukan satu kerangka manusia yang sudah membusuk di pegunungan Jambo Rusa, kawasan pedalaman Blang Poroh, Desa Alue Lamsaba, Kecamatan Jeunieb, Jumat (8/6) sekitar pukul 15.00 WIB.

Temuan itu disampaikan ke Polsek Jeunieb yang kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi. Karena sulitnya lokasi dengan jalan penuh semak belukar, kerangka orang tak dikenal itu baru bisa dievakuasi ke Bireuen pada Minggu (10/6) kemarin.

Ketua PMI Ranting Jeunieb, Irwandi kepada Serambi, Minggu (10/6), mengatakan, berdasarkan cerita M Yusuf kepadanya, temuan kerangka manusia itu berawal saat kedua warga itu dalam perjalanan mencari buah jernang, mereka curiga melihat ada benda putih yang diduga mayat manusia. Keduanya kemudian mendekati lokasi itu dan ternyata benar yang mereka lihat adalah mayat diduga berkelamin laki-laki dengan kondisi sudah membusuk dan hanya berupa kerangka yang telah tercerai-berai. Saat ditemukan, beber Irwandi, posisi tulang kerangka sudah saling terpisah dan didapati ada delapan bagian, termasuk juga kepala yang terpisah, namun masih berdekatan antara satu dengan lainnya.

“Lalu, M Yusuf mengambil kayu dan dibelah guna menjadi alat jepitan untuk mengangkat tulang belulang mayat manusia tersebut dan dikumpulkan ke dalam karung. Kerangka itu kemudian dibungkus dan diletakkan di lokasi tersebut dengan ditimpa batu di atasnya agar tidak tercecer. Setelah mereka tiba kembali di desa, temuan itu langsung dilaporkan kepada anggota Polsek Jeunieb pada Jumat (8/6) malam,” jelas Irwandi memaparkan apa yang didengarnya dari M Yusuf.

Mendapat laporan penemuan kerangka manusia itu, Kapolsek Jeunieb, Iptu Tarmizi menurunkan Kanitreskrim Brigadir Firman dan anggota bersama sejumlah instansi terkait seperti Pos SAR an PMI Ranting Jeunieb, dan warga, berangkat ke lokasi pada Sabtu (9/6) siang, dengan menggunakan dua unit kendaraan roda empat.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 21 kilometer (km), tim sampai ke gubuk milik M Yusuf. Dari situ, tim bergerak lagi sekitar 5-6 km untuk sampai ke lokasi penemuan kerangka. “Kemudian, kerangka manusia itu langsung dibawa pulang dan sekitar pukul 08.00 WIB, sampai Puskesmas Jeunieb untuk selanjutnya dievakuasi ke IGD RSUD Bireuen,” papar Kapolsek.

Sementara itu, tim gabungan dari Polsek Jeunieb dan Polres Bireuen melakukan identitifikasi pada kerangka manusia yang ditemukan pencari jernang di kawasan pedalaman hutan Jeunieb. Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK, didampingi Kanit Identifikasi Polres Bireuen, Bripka Azrul Aswan kepada Serambi di RSUD Bireuen, Minggu (10/6), mengatakan, kerangka yang ditemukan itu diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dengan usianya diprediksi antara 40-50 tahun.

“Kerangka tidak utuh lagi, tulang jari kaki dan jari tangan hilang. Dari bentuk kerangka, sepertinya bertubuh pendek dan orangnya kecil karena tempurung kepala tidak terlalu besar,” ujar Kasat Reskrim. “Diperkirakan, sudah meninggal sekitar 30 atau 40 hari lalu, kemudian ditemukan orang yang mencari jernang,” imbuhnya.

Kanit Identifikasi Polres Bireuen, Bripka Azrul Aswan menambahkan, pada kerangka masih menempel celana training warna hitam dan celana dalam warna biru muda, sedangkan baju tidak ditemukan di lokasi. “Benda yang dapat dijadikan ciri-ciri identitas korban adalah satu celana training warna hitam, celana dalam warna biru muda, sedangkan lainnya sulit dikenali,” ulasnya.

Kedua benda tersebut bersama beberapa helai rambut yang ditemukan di lokasi sudah diamankan ke Polres Bireuen guna keperluan tes DNA. “Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, mungkin dapat mengingat ciri-ciri pakaian yang dikenakan,” ucapnya. “Kemungkinan, kerangka ini adalah pencari jernang dari daerah lain atau pekebun. Namun, untuk penyebab meninggal dunia, belum diketahui,” demikian Bripka Azrul Aswan.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved