Idul Fitri 1439 H

Ini Tata Cara Salat Id yang Benar Serta Hal-hal yang Disunnahkan

Karena shalat Id hanya dilaksanakan setahun dua kali (Idul Fitri dan Idul Adha), maka sebaiknya kita membaca kembali tata cara shalat Id.

Ini Tata Cara Salat Id yang Benar Serta Hal-hal yang Disunnahkan
Umat muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri 1438 Hijriah, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (25/6). SERAMBI/BUDI FATRIA 

Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah. Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan.

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.

(Baca: Mohamed Salah Jadi Sorotan, Gara-gara Foto Bersama Mantan Panglima Pasukan Pemberontak Chechnya)

Keempat: kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qamar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri.

Ia pun menjawab. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qamar” (surat Al Qamar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghasiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghasiyah” (surat Al Ghasiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

(Baca: Muhammadiyah Abdya Tetapkan 20 Khatib Shalat Id, Ini Lokasinya)

(Baca: Tgk Akmal Abzal Khatib Shalat Id di Masjid Jamik Blangpidie)

(Baca: Tokoh Gerakan Bela Islam 212 Khatib Shalat Id di Masjid At-Taqwa Sigli, Ternyata Ini Asalnya)

Kelima: setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

Keenam: bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

Ketujuh: kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved