Pengendara Keluhkan Pungutan Bermodus Jual Stiker di Jalan Lintas Subulussalam-Singkil

Setiap pengendara yang melintas distop serta diminta membeli stiker tersebut dengan harga Rp 5.000.

Pengendara Keluhkan Pungutan Bermodus Jual Stiker di Jalan Lintas Subulussalam-Singkil
Cari tumpangan.(Thinkstock) 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Masyarakat yang mudik atau melintasi jalur Subulussalam-Aceh Singkil mengeluhkan pungutan dengan modus menjual stiker untuk sebuah even di salah satu desa di Kecamatan Suro, Aceh Singkil.

"Kami keberatan karena langsung dipatok," kata Riyan, salah seorang pengendara sepeda motor kepada Serambinews.com, Sabtu (16/6/2018).

Riyan yang melintas untuk berkunjung ke rumah neneknya di Singkil mengaku heran dengan maraknya pungutan di jalan yang mematok bayaran.

Stiker berukuran sekitar 70x50 mm itu tertera nilai Rp 5.000, dan setiap pengendara yang melintas distop serta diminta membeli stiker tersebut.

Parahnya, menurut Riyan, para peminta terkesan memaksa pengendara untuk membayar stiker tersebut.

Baca: Muslim di China Shalat Id Hari Ini, Ada Pertunjukan Kungfu Sebelum Shalat

Baca: Pamit ke Kebun Saat Malam Takbiran, Wanita Ini Ditemukan Warga Telah Tewas dalam Perut Ular Piton

Baca: Ini 5 Film Indonesia yang Tayang di Bioskop saat Libur Lebaran 2018, dari Komedi hingga Horor

Adanya aksi penjualan stiker di jalan raya itu membuat arus lalu lintas terganggu dan meresahkan masyarakat yang hilir mudik untuk keperluan lebaran.

"Kami minta polisi agar pungutan ini degera ditertibkan, " pinta warga.

Berdasarkan pemantauan, ada dua lokasi penjualan stiker kepada pengguna jalan raya.

Satu lagi di kawasan Simpang Kanan. Warga meminta agar aksi itu segera direspons aparat kepolisian.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved