Luar Negeri

Kenapa China dan Negara-negara Ini Tambah Senjata Nuklir? Padahal AS dan Rusia Menguranginya

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak sepuluh hulu ledak dibanding tahun lalu (270)

Tampak dalam gambar DF-26, rudal balistik jarak menengah yang bisa dipasangi hulu ledak nuklir milik China.(Xinhua via South China Morning Post) 

Masing-masing negara menambah 10 senjata nuklirnya per Januari lalu.

India bertambah 140 dari 130, sedangkan Pakistan 150 dari 140.

Adapun dua negara adidaya, AS dan Rusia, dikabarkan mengurangi stok nuklirnya.

Baca: 4 Fakta Punggye-ri, Situs Uji Coba Nuklir Korea Utara yang Misterius, Nomor 4 Risiko Radiasi

AS berkurang 6.480 dari 6.800, sedangkan Rusia 6.850 dari 7.000 dibanding 2017.

Adapun Korea Utara ( Korut), negara yang menjadi fokus utama sepanjang 2018 ini, menambah nuklirnya dari 10 menjadi 20.

Total, sembilan negara, AS, Rusia, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Korut memiliki 14.465 nuklir tahun ini.

Peneliti senior SIPRI, Shannon Kile berkata, dunia sebenarnya sudah berkomitmen melakukan denuklirisasi melalui Perjanjian Senjata Nuklir di 2017.

Baca: Setelah Uji Coba Satan 2, Rusia Pamer Senjata Baru, Disebut Mampu Menangkal Serangan Rudal Nuklir

"Namun, modernisasi militer melalui nuklir membuat denuklirisasi total masih jauh dari kata berhasil," ucap Kile.

Ketua Dewan SIPRI Jan Eliasson menyatakan, pentingnya nuklir untuk menjaga keamanan suatu negara menjadi tren yang mengkhawatirkan.

"Dunia membutuhkan komitmen kuat untuk dari negara nuklir untuk melakukan proses denuklirisasi yang efektif dan legal," kata Eliasson.(*)

Baca: Dulu Disebar dengan Ketapel, Senjata Biologi Lebih Mengerikan dari Bom Nuklir

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Modernisasi Militer, China Tambah Senjata Nuklirnya

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved