Opini

Menyelamatkan Generasi Muda Kita

ADA berbagai persoalan yang mengancam masa depan generasi muda kita saat ini dari berbagai persoalan tersebut

Menyelamatkan Generasi Muda Kita
Kolase TribunJatim.com
Stop radikalisme di media sosial. 

Oleh Johansyah

ADA berbagai persoalan yang mengancam masa depan generasi muda kita saat ini. Dari berbagai persoalan tersebut, saya melihat tiga persoalan serius yang mengancam, yaitu pergaulan bebas, narkoba, dan radikalisme. Ketiga persoalan jika tidak ditangani dengan serius, sinergis dan berkesinambungan, akan berpotensi menghancurkan generasi muda dan menghancurkan masa depan Indonesia. Ancaman pertama terkait pergaulan bebas. Pergaulan bebas merupakan bukti kerapuhan moral remaja kita yang jelas akan memunculkan beragam persoalan. Selain seperti kasus pembuangan bayi oleh orangtua yang tidak bertanggung jawab, pergaulan bebas berpotensi melahirkan pasangan usia dini, bahkan melahirkan pekerja seks komersial (PSK).

Berdasarkan data dari beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) di Aceh, satu penyebab tingginya angka perceraian di Aceh adalah karena pasangan usia dini yang dinikahkan secara terpaksa akibat melakukan hubungan di luar nikah. Padahal mereka belum cukup siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga karena dalam otak mereka masih diliputi keinginan untuk bebas tanpa ikatan pernikahan.

Ketika muncul persoalan kecil dalam rumah tangga, itu bisa menjadi besar karena mereka belum mampu berpikir dewasa dan akhirnya menjurus pada perceraian. Ujung-ujungnya anak yang menjadi korban, tinggal dengan kakek maupun saudara, pendidikannya tidak terurus, kekurangan perhatian dan kasih sayang, sehingga suatu saat dia juga akan menjadi masalah baru dalam keluarga maupun masyarakat.

Adapun ancaman kedua adalah narkoba. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah pengguna narkoba di Indonesia bisa mencapai 5 juta orang. Di seluruh Indonesia ada 1-5 juta pengguna narkoba, 600.000 hingga 1,2 juta pengguna (narkoba) ada di Jakarta (Kompas.com, 24/7/2017). Kalau mengikuti pemberitaan di media cetak maupun elektronik, hampir setiap hari ada berita terkait narkoba. Belum lama ini, rubrik Salam Serambi juga mengangkat tema tentang narkoba yang semakin menggila (Serambi, 5/6/2018).

Orang yang mengkonsumsi narkoba sama dengan mempersiapkan diri menjadi orang gila dan membinasakan diri. Pengguna narkoba tidak akan pernah berpikir waras dan sehat. Dia akan bersikap dan bertindak semaunya karena dia memang tidak dapat berpikir sehat. Jika dari hari ke hari pengguna narkoba terus meningkat, itu artinya semakin banyak orang tidak waras berkeliaran di sekitar kita.

Ancaman ketiga adalah redikalisme. Indonesia adalah lahan subur untuk menyebarkannya. Buktinya jihad sesat atau terorisme terus saja terjadi di negeri ini. Belum hilang dari ingatan kita bagaimana tragedi bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu yang menewaskan banyak orang, kemudian menyusul tragedi penyerangan markas kepolisian di Pekanbaru yang menewaskan seorang anggota polisi.

Di program ILC TV One, Din Syamsuddin mengatakan bahwa aliran redikal seperti ISIS adalah ciptaan Amerika Serikat, bukan murni tumbuh dan berkembang dari internal umat Islam itu sendiri. Hal ini sudah sangat sejalan dengan kasus-kasus teror di Indonesia yang menunjukkan banyak sekali kejanggalan. Salah satunya, kalau memang jihad mengapa mereka melancarkan aksinya di Indonesia?

Sebenarnya lebih tepat pergi ke Israel atau Myanmar untuk membela saudara kita yang muslim karena musuh yang dihadapi jelas. Ternyata tidak, mereka melakukan aksi ini di Indonesia dan membunuh orang-orang yang tidak pernah kenal serta bermasalah dengan mereka. Bahkan anak-anak pun ikut tewas. Mana ada jihad model ini dalam Islam? Ini bukan aksi jihad, tapi aksi jahat.

Harus diselamatkan
Terhadap ketiga persoalan di atas yang merupakan ancaman serius bagi generasi muda, sejatinya kita harus mempu keluar dari kemelut ini. Generasi muda kita harus diproteksi dengan aqidah yang kokoh dan pengetahuan agama yang cerdas. Tumbuh suburnya pergaulan bebas, narkoba, maupun radikalisme di kalangan generasi muda kita tidak lain disebabkan oleh rapuhnya aqidah dan dangkalnya pengetahuan agama dalam diri mereka, sehingga mudah dikelabui oleh godaan kenikmatan dunia yang semu dan faham menyesatkan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved