Sidak ke Dinas, Asisten II Taqwallah: Cuma 1 Ruang Rapi, Yang Lain Seperti Kios di Kampung-kampung

Dari lima unit ruang kerja yang dikunjungi Tim IV, hanya satu ruang yang rapi. Selebihnya seperti kios toko sembako di kampung-kampung.

Sidak ke Dinas, Asisten II Taqwallah: Cuma 1 Ruang Rapi, Yang Lain Seperti Kios di Kampung-kampung
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah melihat tumpukan kertas yang berserakan saat sidak hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Kamis (21/6/2018). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Usai apel dan acara hahal bihalal usai libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Kamis (21/6/2018), di Kantor Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama para asisten dan para kepala biro, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 45 kantor dinas dan badan.

Dalam sidak serentak ke 45 kantor dinas dan badan, Wagub membagi sembilan tim. Tim I langsung dipimpin Wagub didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Rahmad.

Tim II dipimpin Sekda Aceh Dermawan didampingi Kepala Biro Organisasi, dan Tim lainnya dipimpin para asisten, Kepala Inspektur dan staf ahli gubernur.

Dari sembilan tim yang dibentuk untuk melakukan sidak, salah satu tim yaitu tim IV yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, Taqwallah bersama Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah dan staf.

Baca: Harganya Kian Mahal, Ternyata Ini Manfaat Buah Ceplukan Bagi Kesehatan

Baca: Sidak Hari Pertama Kerja, Abusyik: Kalau tak Punya Rasa Tangung Jawab, Kita Bawa Pulang Nafkah Haram

Baca: Idul Fitri 2018, Begini Bangsawan Timur Tengah Merayakannya, Termasuk Raja Salman dan Para Pangeran

Tim IV melakukan sidak ke Kantor Peternakan, Dinas Registrasi Penduduk, Dinas Infokom, Dinas Penanaman Modal dan Disperindag.

Dalam sidak itu, tim tidak langsung menanyakan jumlah PNS yang hadir dan melihat absen, melainkan kondisi ruangan kerja PNS. Tim melihat apakah kursi, meja, peralatan kerja, dokumen kantor dan lainnya tersusun rapi atau tidak.

Bila semuanya tersusun rapi, Ketua Tim IV, dr Taqwallah MKes memberikan apresiasi kepada kepala ruangan dan para PNS dan setelah itu memintai absensi.

Tapi bila kondisi ruangan kumuh, meja dan kursi, berantakan, banyak tumpukan kertas kerja di atas meja, dr Taqwallah naik emosinya lalu menjatuhkan semua tumpukan kerta kerja dari atas meja ke lantai.

Taqwalah juga mengibaratkan PNS yang ruangan kerjanya kotor dan tidak rapi, seperti nenek-nenek yang suka menyimpan barang bekas dan tak bisa dipakai lagi dan meletakkannya di sembarangan tempat.

Kondisi ruangan yang seperti itu, kata Taqwallah, tidak memberikan kewibawaan pada PNS dan malah membuat semangat kerja jadi menurun.

Baca: Tingkat Kriminalitas Menurun, Pemerintah Belanda Tutup Empat Penjara

Baca: Mengenang 48 Tahun Kepergian Soekarno, Tak Punya Uang Untuk Berobat & Keinginan yang Belum Terwujud

Baca: FOTO - Idul Fitri di Khan Yunis dan Rafah, Jalur Gaza, Lihat Perbedaannya dengan di Tepi Barat

Sementara kepada PNS diberikan tunjangan prestasi kerja, supaya setiap hari bisa bekerja lebih baik dari hari sebelumnya untuk selalu berprestasi, berinovasi dan kreatif.

Dari lima unit ruang kerja yang dikunjungi Tim IV, hanya satu ruangan kerja yang rapi. Selebihnya seperti kios toko sembako di kampung-kampung.

Yang lebih mengecewakan lagi, kata Taqwallah, ada Dinas yang  baru menempati kantor baru dua tahun lalu, tapi penataan ruang kerjanya tidak rapi.

Tumpukan kardus, tempat penyimpanan kertas dokumen kerja, sandal dan sepatu, diletakkan di berbagai sudut meja, sehingga membuat mata tak enak bahkan sakit saat memandangnya.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved