Breaking News:

Gajah Rusak Rumah Warga

Satu unit rumah warga di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah rusak berat seusai diobrak-abrik

Salah satu gubuk warga di kebun karet milik warga di robohkan oleh kawanan gajah liar di Desa Sumambek, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya 

* Masuki Perkampungan Karang Ampar, Ketol

TAKENGON - Satu unit rumah warga di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah rusak berat seusai diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar. Diperkirakan, sekitar 21 ekor gajah memasuki Karang Ampar pada Selasa (19/6) malam dan rumah Salamuddin (55) di Dusun Alue Rope, karang Ampar menjadi sasaran amukan gajah, sehingga tidak bisa ditempati lagi.

Saat rumah disasar oleh kawanan gajah tersebut, pemilik rumah sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa. “Informasi yang kami terima, kawanan gajah liar datang saat pemiliknya sedang berlebaran ke tempat saudaranya, sehingga dalam keadaan kosong,” kata Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Kamis (21/6).

Disebutkan, sebagian besar dinding rumah dijebol oleh kawanan gajah, bahkan untuk sementara tidak bisa ditempati lagi. Diperkirakan, kerugian akibat serangan kawanan gajah liar itu mencapai angka jutaan rupiah. Maimun menjelaskan keberadaan kawanan gajah itu masih tidak jauh dari pemukiman penduduk yakni kawasan Pantan Muslimin, Karang Ampar.

“Untuk mengantisipasi kawanan gajah tidak semakin mendekat ke pemukiman warga, kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Maimun. Menurutnya, proses penggiringan kawanan gajah liar itu akan dilakukan dalam dua hari ke depan dengan melibatkan tim dari BKSDA Aceh.

Ditambakan, tiga ekor gajah jinak akan didatangkan untuk membantu menggiring gajah liar masuk kembali ke dalam hutan. “Beberapa hari lalu, pihak kecamatan, warga, tim CRU dan dari BKSDA telah melakukan musyawarah, untuk proses penggiringan ini,” sebutnya.

Dia mengatakan dalam proses penggiringan kawanan gajah liar ini, akan melibatkan banyak pihak, termasuk para relawan sehingga diharapkan instansi terkait, bisa ikut terjun ke lapangan selama proses penggiringan. “Salah satunya, nanti pasti butuh pendirian dapur umur serta alat berat. Gunanya alat berat, jika ada parit isolasi yang telah tertimbun, bisa langsung digali,” pungkas Camat Ketol ini.

Sementara itu, puncak konflik gajah dengan manusia sempat terjadi pada 6 Agustus 2014, dimana seorang warga Kampung Rata Ara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah tewas diinjak gajah. Warga trans lokal (Translok) di kawasan Jalung I, Pintu Rime Gayo meninggal di lokasi kejadian sekira pukul 16.15 WIB dan sepeda motor yang dikendarai korban rusak.

Korban yang bernama Firman, diserang gajah saat hendak pulang ke rumahnya di kawasan translok Jalung I menggunakan sepeda motor. Namun di tengah perjalanan, sekitar 600 meter dari ruas jalan Bireuen-Takengon, korban berpapasan dengan kawanan gajah yang sedang berada di jalan menuju kawasan translok Jalung.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kawanan gajah liar berkeliaran di dekat pemukiman warga di beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bukan hanya menyebabkan rusaknya tanaman di areal perkebunan warga, namun sempat menyasar beberapa warga, bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia karena diserang gajah.

Kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 40 ekor yang terbagi dalam empat kelompok memasuki empat perkampungan dan merusak lima rumah warga, selain puluhan hektare area pertanian dan perkebunan masyarakat. Kondisi itu yang telah terjadi sebulan lebih telah membuat para petani di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah takut pergi ke kebun.

Binatang berbelalai panjang itu sudah mulai terdeteksi memasuki perkampungan pada dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1438 H atau Rabu (30/8/2017). Empat kampung yang telah menjadi sasaran amukan gajah yakni Alur Gading, Musara Pakat, Singah Mulo, dan Persiapan Sosial Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kawanan gajah liar terus berkeliaran di dekat pemukiman warga di beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bukan hanya menyebabkan rusaknya tanaman di areal perkebunan warga, namun sempat menyasar beberapa warga, bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia karena diserang gajah.

Kawanan gajah liar tersebut, bukan hanya menyerang beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, tetapi juga beberapa kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Gerombolan hewan bertubuh besar ini, sudah meresahkan. Akibatnya banyak warga yang tidak bisa menjalankan aktivitas menggarap lahan perkebunan maupun pertanian.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved