Mahasiswa Unsyiah Manfaatkan Limbah Botol Plastik Menjadi Filter Air

Tim yang diketuai Muhammad Adam Armando itu beranggotakan Habli Mawardi dan Nur Malahayati.

Mahasiswa Unsyiah Manfaatkan Limbah Botol Plastik Menjadi Filter Air
ist
Limbah botol plastik diolah menjadi membran PET (kanan) yang berfungsi sebagai filter air. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-PE), berhasil memanfaatkan limbah botol plastik bekas menjadi material pembentuk membran sebagai filter air.

Tim yang diketuai Muhammad Adam Armando itu beranggotakan Habli Mawardi dan Nur Malahayati.

Program nasional untuk mahasiswa tersebut didanai Kemenristekdikti RI.

Ketua Tim, Adam Armando kepada Serambinews.com, Jumat (22/6/2018) mengatakan, botol plastik minuman sebagian besar terbentuk dari polimer polyethylene terephthalate (PET), yaitu jenis plastik yang sulit diurai tanah.

Baca: Di Swedia Air Olahan Limbah Tinja Jadi Bahan Bir, Di Jakarta Masih Diributin Bisa Diminum atau Tidak

Karena itu pihaknya berinisiatif untuk mengolah limbah plastik menjadi membran PET yang berfungsi sebagai filter air, guna mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kami prihatin dengan kemajuan industri pangan yang menggunakan plastik sebagai kemasan, namun tidak diimbangi dengan penanganan limbahnya,” ujar Adam.

Berdasarkan fenomena tersebut, pihaknya ingin memberikan solusi dengan menciptakan material pembentuk membran PET yang berasal dari limbah botol plastik.

Untuk membuat membran PET itu, lanjut Adam, botol plastik terlebih dulu dipotong kecil-kecil sebelum dilarutkan di dalam larutan membran.

Baca: Warga Bekasi Buat Powerbank dari Limbah, Berapa Daya dan Harganya?

Kemudian larutan membran dicetak menggunakan teknik inversi fasa, yang mengubah polimer dari fasa cair ke padat.

Dijelaskan, membran PET dari botol plastik memiliki sifat superhidrofobik (susah dilewati air), sehingga akan bermasalah ketika digunakan sebagai penyaring air. Oleh karena itu, timnya menambah zat aditif senyawa silika yang berasal dari limbah sekam padi.

“Sekam padi juga merupakan limbah pertanian yang pemanfaatannya kurang. Kami gunakan silika dari sekam padi untuk meningkatkan sifat hidrofilisitas membran,” jelasnya. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved