Penggunaan Wifi di Warkop Diatur

Seluruh gampong di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara kini sudah memiliki qanun yang mengatur tentang

Penggunaan Wifi di Warkop Diatur
SERAMBINEWS.COM
Warga mengantre untuk cas HP dan gadget lainnya di wifi center Telkomsel Taman Sari, Banda Aceh. 

* Dalam Qanun Gampong
* Di Kecamatan Meurah Mulia

LHOKSEUMAWE - Seluruh gampong di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara kini sudah memiliki qanun yang mengatur tentang menggunakan wifi (wireless fidelity) di warung kopi (warkop). Qanun itu sudah berjalan dan mendapatkan dukungan penuh dari unsur muspika setempat, terutama Polsek Meurah Mulia.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Boestani SH MH, Minggu (24/6), menjelaskan, pembentukan qanun gampong tentang penggunaan wifi di warung dalam Kecamatan Meurah Mulia didasari adanya keluhan wali murid dan juga tokoh ulama, terkait bebasnya para pelajar mengakses internet di warung-warung yang menyediakan fasilitas wifi hingga larut malam. “Disadari keluhan tersebut, maka kami unsur muspika membuat pertemuan dengan seluruh keuchik dan para tokoh ulama di Meurah Mulia, sehingga terbentuklah qanun gampong,” ujarnya.

Isi qanun gampong yang diperkuat seruan bersama unsur Muspika Meurah Mulia itu yakni, setiap malam pemilik warung baru boleh mengaktifkan wifi usai Shalat Isya hingga pukul 24.00 WIB. Untuk pelajar, hanya boleh mengakses wifi di warung hanya pada Sabtu malam (malam Minggu) mulai usai Shalat Insya hingga pukul 22.00 WIB. “Khusus anak sekolah, juga tidak boleh mengakses wifi di warung saat jam sekolah,” bebernya.

Bila ada yang melanggar qanun tersebut, tegas Iptu Boestani, akan diambil tindakan sesuai tercantum dalam qanun. “Bagi pengguna wifi, maka akan dibina di Polsek. Sedangkan untuk penyedia jaringan wifi, perangkatnya akan dicabut dan diamankan di Polsek,” tukasnya.

Diakui Kapolsek, sejak qanun ini berlaku beberapa waktu lalu, pihaknya secara rutin terus melakukan razia ke sejumlah warkop. Sehingga sempat mengamankan para penguna ataupun penyedia wifi yang melanggar qanun tersebut.

Khusus pelajar atau masyarakat umum yang kedapatan melanggar qanun, maka langsung dibawa ke Polsek untuk pembinaan, selanjutnya dikembalikan kepada pihak keluarga. “Sementara untuk penyedia wifi, tahap awal kita bawa ke Polsek, selanjutnya membuat surat perjanjian untuk tidak melanggar lagi. Bila kembali kedapatan, maka penyedia wifi bersedia membongkar sendiri peralatan wifinya,” demikian Boestani.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved