Giliran Pemuda Aron Demo PDSI

Belasan pemuda Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara yang tinggal di sekitar lingkungan cluster 1 Pertamina

Giliran Pemuda Aron Demo PDSI
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Sumur gas 

* Tuntut Pencairan Proposal Bantuan

LHOKSUKON - Belasan pemuda Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara yang tinggal di sekitar lingkungan cluster 1 Pertamina Hulu Energi (PHE), Senin (25/6), mengelar aksi demo di depan pintu cluster 1 untuk menuntut janji PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Sebab, sebelumnya PDSI berjanji akan memberi bantuan kepada pemuda Aron yang tak bisa diperkerjakan dalam proyek penutupan sumur gas di wilayah itu.

Aksi terhadap PDSI itu sebelumnya dilakukan pemuda Kecamatan Nibong pada Kamis (22/6) lalu. Kala itu, mereka menghadang truk trailer dan alat berat PDSI yang mengangkut barang dari cluster 1 menuju cluster 2. Mereka menuntut perusahaan tersebut bersedia mempekerjakan para pemuda di lingkungan cluster 2 dalam proyek penutupan sumur gas.

Informasi yang diperoleh Serambi, belasan pemuda Aron, sekira pukul 09.00 WIB, sudah berkumpul di depan pintu cluster 1. Mereka mengusung sejumlah poster yang di antaranya bertuliskan; “Jangan membohongi kami dengan janjimu pihak PDSI”, “Jangan berikan kami harapan palsu”, “Kami sudah menunggu sebulan proposal yang kalian janjikan”, dan beberapa tulisan lainnya.

Koordinator Aksi, Amarulah kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, pemuda yang menggelar tersebut merupakan perwakilan dari enam gampong di sekitar cluster 1. Aksi itu, jelasnya, digelar untuk menuntut janji PT PDSI yang sebelumnya menyatakan akan memberikan bantuan kepada pemuda sekitar. Ini sebagai kompensasi karena PDSI tak dapat memperkerjakan pemuda di kawasan itu dalam proyek penutupan sumur gas.

“Sebelumnya, tuntutan kami adalah minta dipekerjakan dan dilibatkan dalam bongkar barang mereka. Tapi karena tak ditanggapi, ketika itu mereka berjanji akan memberikan bantuan kepada pemuda, tapi harus dalam bentuk proposal. Tapi, sudah sebulan kami susun proposal, belum ada tanggapan dari mereka,” kata Amar--sapaan akrab Amarullah.

Dijelaskannya, proposal pemuda itu sudah diserahkan ke perusahaan tersebut sesuai permintaan mereka. “Jika tuntutan ini tidak ditanggapi, kami akan mengelar aksi lagi dan menghadang mobil maupun alat berat yang keluar masuk dari lokasi penutupan sumur bor,” tukasnya.

Sementara itu, Public Relations Asisten Manager PDSI, Budhi Kristianto kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, pada 22 Mei 2018 lalu, telah diadakan pertemuan di Kantor Camat Syamtalira Aron antara PDSI dengan muspika dan masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut telah dipaparkan kalau tuntutan mereka untuk uang bongkar muat tak berdasar. Sedangkan rekrutmen tenaga kerja sudah selesai.

“Akhirnya, mereka minta dana sosial. Ini yang kemudian kita minta mereka buat proposal. Namun sayangnya, proposal baru masuk jelang akhir Ramadhan, ketika kantor mulai menghadapi libur lebaran. Proposal sebenarnya sudah di-review dan tidak lama lagi akan turun bantuan yang dimaksud. Tapi, soal angkanya, saya juga belum tahu,” pungkas Budhi.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved