Luar Negeri

Amerika Serikat Pangkas Dana Badan Pengungsi Palestina, PBB Minta Bantuan Pada Negara Anggota

PBB meminta bantuan kepada negara anggotanya untuk bersedia memberikan dana kepada badan yang mengurusi pengungsi Palestina.

Amerika Serikat Pangkas Dana Badan Pengungsi Palestina, PBB Minta Bantuan Pada Negara Anggota
PBB mengatakan sekitar 18.000 pengungsi Palestina berada di dalam kamp Yarmouk, Suriah. (bbc) 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Persatuan Bangsa-bangsa ( PBB) meminta bantuan kepada negara anggotanya untuk bersedia memberikan dana kepada badan yang mengurusi pengungsi Palestina.

Dilaporkan Al Jazeera Selasa (26/6/2018), permintaan itu dilayangkan setelah Amerika Serikat ( AS) memotong bantuannya kepada badan bernama UNRWA.

Dalam konferensi pers Senin (25/6/2018), PBB meminta bantuan dana untuk penyediaan layanana kesehatan, makanan, maupun sanitasi.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar lima juta pengungsi Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon, maupun Suriah.

Baca: Uang Palsu Beredar Jelang Pencoblosan di Subulussalam, Begini Kata Panwaslih

Baca: Azhar Abdurahman Sebut Keputusan KPU Bikin Kepercayaan Aceh Kepada Pusat Semakin Berkurang

Direktur UNRWA Pierre Krahenbuhl berujar, pada 2018 ini, UNRWA mengalami kekurangan hingga 250 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,5 triliun.

AS sebagai pendonor terbesar biasanya menyumbang hingga 364 juta dolar AS, sekitar 5,1 triliun, pada 2017 yang lalu.

Namun, di tahun ini, pemerintahan Presiden Donald Trump hanya memberikan sumbangan sebesar 60 juta dolar AS, atau Rp 852,6 miliar.

Baca: Update Sementara Quick Count LSI Denny JA Pukul 15.00, Ridwan Kamil Masih Teratas

Baca: Berhasil Tumbangkan Sniper Jerman, Inilah Sniper Wanita Paling Mematikan dan Melegenda di Dunia

Penurunan itu disebabkan kritikan Trump ke PBB.

Pada pertemuan Dewan Umum September 2017, Trump menyatakan PBB gagal mengeluarkan potensi terbaiknya dikarenakan mismanajemen.

"Kami tidak melihat hasil yang sesuai dengan apa yang kami investasikan selama ini," ujar Trump saat itu.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved