Polda Aceh Kembali Kirim Pasukan Brimob ke Papua

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali mengirim 120 personel Brimob ke Papua untuk melaksanakan tugas BKO

Polda Aceh Kembali Kirim Pasukan Brimob ke Papua
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak menyalami personel Satbrimob Polda Aceh yang akan diberangkatkan ke Polda Papua, usai upacara pelepasan di Mapolda Aceh, Senin (7/5/2018). 

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali mengirim 120 personel Brimob ke Papua untuk melaksanakan tugas BKO dalam rangka mengamankan kawasan-kawasan yang berstatus rawan gangguan kelompok seperatis atau kelompok bersenjata.

Ke-120 personel Brimob dari Aceh itu dilepas oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol, Drs Supriyanto Tarah MM dalam upacara pelepasan di lapangan Mapolda Aceh, Selasa (26/6) pagi.

Menurut Wakapolda Aceh, pasukan Brimob dari Aceh akan berada di Papua selama enam bulan. Mereka bertugas untuk pengamanan kawasan rawan gangguan separatis kelompok kriminal bersenjata di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.

Catatan Serambi, ini bukan kali pertama Polda Aceh mengirim personel Brimob ke Papua. Beberapa bulan lalu, sekitar seratusan personel juga di-BKO-kan ke sana untuk pengamanan PT Freeport.

Wakapolda dalam upacara pelepasan kemarin membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Rio S Djambak. Di antaranya mengatakan, sebagai bagian integral dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Aceh tentunya juga memiliki andil dan tanggung jawab untuk membantu satuan pusat maupun kewilayahan lainnya dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam menangani kejahatan dengan tingkat eskalasi tinggi seperti gangguan kelompok kriminal bersenjata.

“Sebagai salah satu satuan khusus di Kepolisian, satuan Brimob dituntut untuk mampu dan senantiasa siap dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat terutama dalam menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi. Oleh karenanya, satuan Brimob dituntut memiliki tingkat kesiapan operasional yang tinggi dalam situasi apapun, di manapun dan kapanpun,” kata Supriyanto Tarah.

Dikatakan Wakapolda, intensitas kerawanan di kedua wilayah tersebut, masih sangat tinggi terutama dari ancaman kelompok kriminalitas bersenjata. Oleh karena itu, situasi tersebut harus diwaspadai dan diantisipasi oleh para personel yang akan melaksanakan tugas di sana.

“Saudara-saudara nantinya akan melaksanakan tugas operasi selama enam bulan khususnya di polsek-polsek dengan tingkat kerawanannya tinggi,” kata Wakapolda Aceh.

Dijelaskan juga, adapun tujuan BKO tersebut untuk menangani wilayah rawan terhadap gangguan kelompok kriminal bersenjata yang dapat mengancam stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Papua dan menghambat roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Jadi, selain kemampuan brimob yang telah melekat pada diri saudara sekalian, saudara-saudara juga dituntut untuk bisa berkominikasi dengan semua elemen yang ada di wilayah operasi sehingga dapat terbinanya situasi yang aman dan tetap dalam keadaan kondusif,” demikian Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved