Salam

Teguran Pemegang Saham untuk Bank Aceh Syariah

Gubernur Irwandi Yusuf mengaku belum puas pada hasil kerja Komisaris dan Direksi Bank Aceh Syariah meski pada tahun 2017

Teguran Pemegang Saham untuk Bank Aceh Syariah
DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

Gubernur Irwandi Yusuf mengaku belum puas pada hasil kerja Komisaris dan Direksi Bank Aceh Syariah meski pada tahun 2017 memberi keuntungan yang relatif besar. Ketidakpuasan Irwandi terkait dengan penyaluran kredit yang hanya mengandalkan sektor konsumtif. Kebijakan ini juga dipandang banyak kalangan sebagai upaya mengejar target secara aman dengan mengabaikan fungsi Bank Aceh Syariah sebagai lembaga pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.

Sebagai pemegang saham mayoritas Bank Aceh Syariah, Gubernur meminta supaya porsi penyaluran kredit hendaknya dimaksimalkan untuk sektor produktif. “Jadi, bukan untuk sektor konsumtif dengan andalan PNS,” kata Irwandi dalam nada “menegur” direksi bank dimaksud.

Dalam pandangan Gubernur, masih banyak sektor usaha produktif yang belum tersentuh kredit Bank Aceh Syariah. Misalnya, peternakan, perikanan, pertanian tanaman pangan, perkebunan, industri pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, perdagangan, transportasi, konstruksi, perhotelan, pertambangan, air minum, jasa transportasi, telekomunikasi, dan lainnya.

Dalam penilaian Irwandi, pola penyaluran kredit sejak bank konvensional hingga ke Bank Aceh Syariah belum memperlihatkan perubahan signifikan, masih mengandalkan pola penyaluran kredit konsumtif yang mengandalkan SK PNS untuk agunan. “Padahal, sebagai lembaga keuangan syariah yang dinamis, tidak harus terus menerus mengandalkan bisnis kreditnya kepada PNS,” tandas Irwandi berulang-ulang.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, sependapat dengan Gubernur Irwandi agar mulai tahun ini dan seterusnya sasaran peyaluran kredit Bank Aceh Syariah dimaksimalkan ke sektor produktif dan mengurangi untuk sektor konsumtif.

“Sektor produktif bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani, nelayan dan masyarakat. Dengan tumbuhnya sektor usaha produktif, bisa menyerap tenaga kerja yang banyak, pengangguran berkurang dan penduduk miskin menurun,” kata Akmal.

Penasihat Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Perbankan, Adnan Ganto MBA menyebut, penyaluran kredit Bank Aceh Syariah per 31 Desember 2017 senilai Rp 12,8 triliun. Yang disalur untuk sektor produktif hanya Rp 1,34 triliun atau baru 10,42 persen. Sedangkan untuk sektor konsumtif Rp 11,51 triliun atau mencapai 89,58 persen.

Porsi penyaluran kredit yang demikian itu kurang memberikan keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh. Padahal, Bank Aceh Syariah ini diandalkan sebagai agen pembangunan.

Ya, kita bisa memaklumi jika bank sangat mengantisipasi kredit mecet serta selalu “bersemangat” mengejar target laba. Namun, sebuah bank milik daerah, tentu tak boleh mengabaikan fungsinya sebagai agen pembangunan, pendorong tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat di daerah ini. Sekali lagi, Bank Aceh Syariah jangan cuma ingin aman!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved