Warga Meurah Mulia Tangkap 57 Ternak

Warga dari sejumlah desa di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, dalam sepekan ini telah berhasil menangkap

Warga Meurah Mulia Tangkap 57 Ternak
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Pemilik Wajib Bayar Denda

LHOKSEUMAWE-Warga dari sejumlah desa di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, dalam sepekan ini telah berhasil menangkap 57 ternak yang berkeliaran. Sesuai qanun desa yang berlaku dalam kecamatan tersebut, bagi pemilik ternak wajib membayar denda untuk bisa mengambil kembali ternaknya tersebut.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Meurah Mulia Iptu Boestani SH MH, kemarin menyebutkan, qanun untuk penertiban ternak di 50 gampong di wilayah hukumnya itu kini terus berjalan. Dalam sepekan ini, warga di enam desa telah berhasil menangkap 15 ekor lembu dan 21 ekor kambing.

Rinciannya, 14 ekor lembu di Desa Kumbang, dua ekor kambing di Desa Nga, tiga ekor lembu di Desa Rangkileh, lima ekor kambing di Desa Mee, empat ekor lembu di Desa Cibrek, 15 ekor lembu, dan 14 ekor kambing di Desa Mayang. “Sedangkan ternak yang ditangkap itu ada yang berasal dari Samudera Geudong, Syamtalira Bayu, Nibong, dan juga ada yang milik warga Meurah Mulia sendiri,” papar Iptu Boestani.

Sesuai qanun gampong, untuk satu lembu, pemiliknya harus membayar denda Rp 150 ribu dan satu ekor kambing Rp 75 ribu. “Setelah dipotong biaya untuk tim penangkap yang dibentuk tiap gampong, maka sisa uangnya akan distor ke tabungan khusus denda ternak milik tiap gampong. Seluruh biaya yang terkumpul tersebut, nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan masing-masing desa,” jelasnya.

Ditambahkan, setelah qanun ini berlaku, maka jumlah ternak yang berkeliaran di wilayah Meurah Mulia semakin berkurang. “Kita harapkan, ke depan benar-benar tidak ada ada lagi ternak yang berkeliaran bebas, sehingga tidak akan mengganggu petani yang menanam palawija dan juga tidak membahayakan para pengendara di jalan,” demikian Iptu Boestani.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 desa di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, kini telah memiliki dan menjalankan qanun gampong tentang penertiban ternak secara seragam. Bila ditemukan ternak berkeliaran, maka akan didenda. Jumlah denda, untuk lembu satu ekor Rp 150 ribu dan kambing Rp 75 ribu. Tiap gampong juga dibentuk tim penangkap.

Selain itu, setiap pengambilan ternak yang telah ditangkap, maka pemiliknya harus membuat surat perjanjian, ternaknya tidak boleh lagi berkeliaran. Bila ditemukan lagi, maka jumlah denda menjadi dua kali lipat.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved