Empat Warga Rohingya di Langsa Menghilang

Empat dari lima migran Rohingya asal Myanmar yang sejak April lalu diamankan di Kantor Imigrasi Kelas II Langsa

Empat Warga Rohingya di Langsa Menghilang
PENGUNGSI Rohingya berdoa usai melaksanakan shalat di Kompleks SKB Cot Gapu, Bireuen 

LANGSA - Empat dari lima migran Rohingya asal Myanmar yang sejak April lalu diamankan di Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, menghilang sejak Ramadhan lalu dari pengawasan kantor imigrasi setempat.

Hingga kini belum diketahui keberadaan keempat warga Rohingya tersebut. Diduga, mereka dijemput oleh oknum agen jaringan imigran di Langsa untuk diboyong ke Kota Medan, Sumatera Utara, setelah sebelumnya mereka menjalin komunikasi.

Kasus seperti ini terjadi beberapa kali dua tahun lalu. Sang agen bahkan datang ke lokasi pengungsian. Ketika petugas jaga lalai, oknum jaringan agen itu langsung membawa kabur Rohingya dari pengungsian yang ditempatkan di barak pengungsian di Aceh Timur.

Diperoleh informasi, keempat etnis Rohingya itu menghilang dua tahap pada Ramadhan lalu. Pertama, pada 31 Mei 2018 malam satu orang menghilang. Selanjutnya, pada 2 Juni 2018 malam, tiga orang lainnya juga menghilang dari Kantor Imigrasi Kelas II Langsa tersebut.

Kepala Imigrasi Kelas II Langsa, Irza Akbar yang dihubungi via telepon kepada Serambi, Kamis (28/6) membenarkan bahwa keempat etnis Rohingya asal Myanmar yang sebelumnya ditempatkan sementara di Kantor Imigrasi Kelas II Langsa itu, menghilang sejak puasa lalu. Sekarang hanya satu orang yang tertinggal di sana.

Menghilangnya empat migran Rohingya itu, jelas Mirza Akbar, setelah pada suatu malam keempat Rohingya itu minta izin kepada petugas imigrasi untuk ke luar dari kantor imigrasi. Dalih mereka adalah pergi shalat Tarawih ke masjid terdekat. Namun ternyata, setelah itu mereka tak kembali lagi ke Kantor Imigrasi Kelas II Langsa.

“Selama Ramadhan itu mereka selalu meminta izin ke luar setelah berbuka puasa, untuk shalat Tarawih ke masjid di sekitar kantor. Jadi, tidak mungkin kita larang. Beberapa hari sebelum kejadian, mereka selalu kembali setelah selesai shalat Tarawih,” ujarnya.

Mirza Akbar menambahkan, setelah mengetahui mereka tak kembali lagi ke kantor, pihaknya langsung berupaya melakukan pencarian, tapi tak berhasil ditemukan.

Menurutnya, sejak dijemput dari Aceh Timur bulan April lalu–seusai diselamatkan nelayan--mereka ditempatkan sementara di aula lantai dua Kantor Imigrasi Langsa.

Sebelumnya, lima muslim Rohingya pada 6 April 2018 dini hari tiba di Pelabuhan Perikanan Idi Gampong Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Mereka langsung dirawat intensif di RSUD dr Zubir Mahmud karena mengalami dehidrasi.

Saat itu mereka diselamatkan oleh nelayan di KM Kurnia asal Idi, Kabupaten Aceh Timur, setelah ditemukan terombang-ambing di laut tanpa arah dan tujuan dengan menggunakan perahu tanpa mesin.

Kelima etnis Rohingya itu di antaranya Muhammad Ilyas (33), Samimah (18), Kamal Huson (8), Umar Syarif (28), dan Mominah (28). (zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved