Breaking News:

Soal Pribadi Gubernur Diungkit

Setelah sempat tertunda, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat paripurna istimewa

Editor: bakri
IST
Azhari Cagee 

Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada Nova. Menurut Azhari, pihaknya butuh penjelasan dari Irwandi karena telah menjadi konsumsi publik dan media. “Jangan sampai Gubernur Aceh melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur tentang perkawinan kepala daerah,” ujarnya.

Terhadap pertanyaan itu, Nova menyampaikan akan meneruskannya kepada Gubernur Irwandi untuk dijawab. Nova berharap, dengan adanya jawaban dari Irwandi semoga masalah tersebut bisa jelas dan terang benderang serta tidak memunculkan fitnah di tengah-tengah masyarakat Aceh terhadap Gubernur Irwandi Yusuf.

“Tentang adanya wanita yang dikaitakan dengan Gubernur Aceh, ini juga kalau lebih terang benderang akan lebih baik. Kami akan sampaikan ke gubernur, mungkin ada penjelasan dari gubernur. Dan saya menghargai bahwa ada anggota DPRA yang mengangkat isu ini ke permukaan. Kalau ini tidak diangkat bisa jadi fitnah, saya yakin maksud Pak Azhari begitu, kan?” ujar Nova.

Selain itu, DPRA juga menyorot beberapa hal lainnya yang menyangkut Gubernur Aceh. Di antaranya masalah ribut-ribut proyek di Facebook. Realitas itu tentu bertolak belakang dengan penyataan Gubernur Irwandi dalam berbagai kesempatan yang selalu mendengungkan Pemerintah Aceh bermazhab hana fee (tak ada fee ).

Sebenarnya, persoalan pribadi tidak masuk dalam ranah interpelasi. Sebab, hak interpelasi hanya digunakan DPR untuk memintai keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Rapat interpelasi kemarin juga dihadiri Sekda Aceh, Dermawan, para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Aceh, perwakilan Kodam IM, Polda Aceh, Kejati Aceh, dan unsur lainnya. (mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved