Rabu, 8 April 2026

Tiang Listrik Bakoy Dibuat di Medan

Meski pihak PLN mengatakan penyebab berpatahannya 19 tiang listrik secara bersamaan di Jalan Cot Iri Bakoy

Editor: bakri
KEPALA Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin disaksikan Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin didampingi Wakil Ketua-nya, TM Zulfikar, Kamis (28/6) menyerahkan saran tertulis kepada GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi terkait kasus tumbangnya 19 tiang listrik tegangan menengah di kawasan Aceh Besar, Selasa 26 Juni 2018. 

BANDA ACEH - Meski pihak PLN mengatakan penyebab berpatahannya 19 tiang listrik secara bersamaan di Jalan Cot Iri Bakoy, Aceh Besar, Selasa (26/6) sebagai efek tumbangnya pohon ke jaringan kabel, namun Ombudsman RI Perwakilan Aceh menilai ada kejanggalan pada kualitas produk sehingga perlu dilakukan evaluasi serta pengujian secara mendalam.

Terkait kasus patahnya belasan tiang listrik di kawasan Aceh Besar tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin SH SE MS, Kamis (28/6) menemui General Manager PLN Aceh, Jefri Rosiadi sekaligus menyampaikan saran secara tertulis terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan menanggapi kejanggalan pada kualitas produk.

“Hasil pemantaun tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh ada kejanggalan terhadap kulitas tiang listrik (yang berpatahan itu). Kami menyarankan dilakukan evaluasi serta pengujian kulitas seluruh tiang listrik yang dipasok ke Aceh. Hasilnya agar dilaporkan kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh,” begitu penegasan lisan maupun tertulis dari Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam pertemuan dengan GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi yang didampingi sejumlah staf utamanya, Kamis sore kemarin.

Pada pertemuan tersebut, GM PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi menjelaskan berbagai hal terkait teknis jaringan termasuk jenis-jenis tiang yang digunakan oleh PLN.

Menurutnya, ada dua jenis tiang yang digunakan yaitu tiang beton yang umumnya di kawasan kota dan tiang besi di desa. Tiang yang tumbang (patah) di kawasan Bakoy, Aceh Besar adalah tiang beton berukuran 11 meter yang dibangun pada 2016 sebagai jaringan menengah (20 KV) penghubung antara Gardu Hubung (GH) Ulee Kareng ke GH Krueng Cut.

“Yang pasti, semua produk yang digunakan PLN berstandar SNI yang sudah lulus uji di semua tingkatan, termasuk uji internal di PLN,” kata Jefri.

Dikatakannya, tiang listrik yang dipasok ke Aceh—termasuk yang tumbang di kawasan Bakoy—diproduksi di Medan. Menurut Jefri, untuk wilayah Sumatera ada tiga supplier tiang (pabrikan) di Medan yaitu Jaya Beton, Wika, Sumbertri. Namun Jefri tidak menjelaskan perusahaan mana yang lebih dominan memasok produk untuk Aceh.

Terhadap kasus di Bakoy, Jefri sependapat dengan saran Ombudsman untuk dilakukan uji lab beton yang akan dilakukan oleh tim dari Unsyiah, sebagaimana pernah dilakukan terhadap satu kasus serupa yang terjadi di Sigli.

“Di Sigli cuma satu tiang yang patah, setelah dilakukan uji lab tidak ditemukan permasalahan pada produk. Nah, kasus Bakoy diduga juga efek dari tumbangnya pohon menimpa jaringan. Karena kabel lebih kuat maka tiang tak mampu menahan beban. Namun untuk memastikan penyebabnya akan kita lakukan uji lab,” demikian GM PLN Wilayah Aceh.

Dalam pertemuan dengan unsur pimpinan PLN Wilayah Aceh, kemarin, Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh mendukung saran Ombudsman agar PLN melakukan evaluasi dan pengujian kulitas seluruh tiang listrik yang dipasok ke Aceh.

“Kalau Ombudsman lebih menekankan pada pelayanan publik, maka kami dari Forum PRB lebih fokus pada pengurangan risiko termasuk risiko yang diakibatkan oleh PLN,” kata Koordinator Bidang Advokasi dan Peningkatan Kesadaran Publik Forum PRB Aceh, Zulfikar Muhammad didampingi ketuanya, Nasir Nurdin dan Wakil Ketua, TM Zulfikar.

Zulfikar Muhammad yang juga Direktur Koalisi NGO HAM Aceh sangat berharap agar PLN terus berupaya meminimalisir risiko bagi masyarakat, termasuk risiko akibat patah tiang jaringan seperti di Bakoy.

“Alhamdulillah insiden Bakoy tidak jatuh korban jiwa, namun ini harus jadi pelajaran berharga bagi PLN. Saya pikir PLN perlu mengumumkan ke publik di kawasan mana saja tiang jaringan seperti di Bakoy sudah dibangun. Ini penting agar masyarakat lebih waspada dan PLN lebih meningkatkan pengawasan,” tandas Zulfikar. (sal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved