BKPSDM: PNS Abdya Minim Kualitas

Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berjumlah 3.464 orang secara umum

BKPSDM: PNS Abdya  Minim Kualitas
Kepala BKPSDM

BLANGPIDIE - Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berjumlah 3.464 orang secara umum dinilai memperihatinkan, bahkan minim kualitas.

“Persoalan PNS (Abdya) yang sangat kompleks ini sedang dihadapi jajaran Pemkab Abdya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, drh Cut Hasnah Nur menjawab Serambi, Jumat (29/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, PNS berstatus tenaga staf yang kurang berkualitas terjadi di semua SKPK. “Pergi, kemudian pulang tanpa bekerja apa-apa. Lebih parah lagi, sudah tak mampu bekerja, ketika diajarkan mereka tak mau,” kata Cut Hasnah Nur.

Tenaga teknis yang kurang berkualitas, terutama teknik informatika (IT) terjadi di semua instansi jajaran Pemkab Abdya. Selain itu PNS Abdya juga kekurangan tenaga sarjana hukum.

Saat ini, kata Cut Hasnah, banyak pimpinan SKPK mendatangi BKPSDM untuk meminta tenaga PNS yang bisa bekerja, terutama yang mampu menguasai sistem komputer. Malah ada pimpinan SKPK tertentu langsung meminta PNS di instansi lain karena setelah dipantau yang bersangkutan mampu bekerja. Tapi, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena PNS dimaksud juga sangat dibutuhkan pada unit kerja bersangkutan.

“PNS yang diminta tak bisa ditarik karena juga sangat dibutuhkan di instansi bersangkutan,” katanya. Demikian juga upaya mencari PNS yang bisa diandalkan dalam bidang tugas di instansi lainnya juga sangat sulit ditemukan.

“Artinya, secara kuantitas PNS kita sudah mencukup, namun secara kualitas masih sangat kurang,” tambah Kepala BKPSDM Abdya, itu. Persoalan lain, tambah Cut Hasnah Nur, ada sejumlah oknum PNS yang sudah mendapat kepercayaan pimpinan menempati jabatan struktural tertentu, kemudian yang bersangkutan tidak mau bekerja.

Informasi diperoleh bahwa PNS itu tidak mau bekerja dengan alasan jabatan yang diberikan itu kurang cocok baginya, malah ada yang berani menyebut jabatan yang diberikan itu ‘tidak basah’.

“Saya mendapat informasi, ada oknum PNS pada jabatan struktural tertentu tidak mau bekerja ketika disuruh pimpinan. Kemudian PNS bersangkutan tetap memilih pulang, karena masih ada pekerjaan rumah belum selesai.

Perstiwa seperti ini, kan sangat aneh,” ungkapnya. Cut Hasnah Nur juga mengungkapkan ada tren yang sangat buruk dimana banyak PNS menjadi ‘bos’, sedangkan yang bekerja adalah pegawai kontrak daerah (non-PNS).

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved