Pasien Puskesmas Sempat Telantar

Kasus tak adanya petugas medis di Puskesmas yang mengakibatkan pasien telantar kembali terjadi di Aceh Utara

Pasien Puskesmas Sempat Telantar
SERAMBI/MUSLIM
Pasien terpaksa dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah, akibat mogok massal dokter dan perawat dirumah sakit tersebut, Jumat (3/3). Sehingga rumah sakit tutup dan terhenti untuk pelanyanan kesehatan. SERAMBI/MUSLIM 

* Akibat Petugas tak Ada di Tempat

LHOKSUKON - Kasus tak adanya petugas medis di Puskesmas yang mengakibatkan pasien telantar kembali terjadi di Aceh Utara. Kali ini, kejadian itu menimpa

Irhamuddin (34), imam Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Ia sempat telantar di Puskesmas Tanah Jambo Aye karena tak ada petugas medis di ruang IGD pada Kamis (28/6) sekitar pukul 06.35 WIB.

Petugas medis baru menangani pasien setelah Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Tanah Jambo Aye, Akmal berteriak berulangkali di puskesmas itu. Namun, kejadian tersebut dibantah Kepala Puskesmas Tanah Jambo Aye, Harry Laksamana

“Sekitar pukul 02.30 WIB saya dihubungi imam Kota Pantonlabu karena sakit hernia, ginjalnya kambuh lagi sehingga perutnya kembung. Lalu, pukul 06.35 WIB saya membawa beliau ke puskesmas Jambo Aye menggunakan ambulans. Tapi, ruang IGD ternyata sedang kosong. Yang ada hanya petugas cleaning service sedang menyapu,” jelas Akmal kepada Serambi, Jumat (29/6).

Lalu, lanjut Akmal, dirinya menggedor pintu ruang rawat inap. Tapi, tak ada yang membukakan pintu karena mungkin saat itu petugas sedang tidur. “Pasien makin mengeluh sakit, karena itu saya berteriak lagi supaya petugas medis segera menangani pasien. Namun, tak ada juga petugas medis yang datang,” katanya.

Kemudian, tambah Akmal, petugas cleaning service mencari petugas medis yang piket. Sekitar 10 menit berselang baru ada petugas seorang petugas medis. “Petugas itu mengaku menggantikan piket orang lain. Lalu pasien kami bawa ke RSUD Cut Meutia untuk mendapat pertolongan. Karena di Cut Meutia juga penuh, pasien kami bawa ke rumah sakit di Lhokseumawe,” kata Akmal.

Menurutnya, kejadian serupa sudah berulangkali terjadi. Kemungkinan hal tersebut karena banyak petugas medis di puskesmas tersebut sudah jenuh, karena masa tugas di lokasi itu sudah puluhan tahun.

“Sejak saya kecil mereka sudah bekerja di puskesmas itu. Jadi, saya kira perlu penyegaran sehingga mereka bisa meningkatkan kinerja. Kalau bisa dokter di puskesmas itu juga ditambah. Akhirnya kami berharap kasus ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Aceh Utara,” pungkas Akmal.

Petugas tak Masuk
Kerja akan Ditindak
Kepala Puskesmas Tanah Jambo Aye, Harry Laksamana, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, saat dihubungi Akmal dirinya sedang mandi untuk pergi kerja. Sekitar 30 menit kemudian, menurut Harry, ia melihat ada panggilan tak terjawab dua kali di Hp-nya. Lalu, menurut Harry, dirinya kemudian menghubungi Akmal dua kali. Namun, Akmal tak mengangkat Hp-nya. “Belakangan saya tahu kejadian itu setelah Akmal membuat postingan di facebook,” ungkap Harry.

Ketika hal itu ditanyakan ke petugas medis, lanjut Harry, petugas medis mengaku berada di puskesmas. Hanya saja ruang IGD sedang direhab sehingga tempat pelayanan dipindah ke ruang lain. Selain itu, petugas rawat inap juga ada di ruangan tersebut.

Dikatakan, petugas medis masih aktif di puskesmas sampai dini hari karena pada malam itu juga ada pemasangan jaringan internet. Ia menjelaskan, memang ada seorang petugas piket berstatus bakti murni yang tidak masuk tanpa keterangan pada hari itu. Sedangkan dua petugas piket lain tetap masuk.

Terhadap petugas yang malam itu tidak masuk tanpa keterangan, Harry janji akan menindaknya. “Saya tidak merespons postingan Akmal di facebook. Itu tak jadi kewajiban saya sebab dia bukan atasan saya, kecuali persoalan pribadi,” ujar Harry.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved